HUT ke-129 Balikpapan, Jejak Kota Minyak dan Asal Nama

HUT ke-129 Balikpapan, Jejak Kota Minyak dan Asal Nama

Sejarah Kota Balikpapan: Dari Sumur Minyak hingga Kota Jasa Pengolahan Energi

Kota Balikpapan, yang kini menjadi salah satu pusat ekonomi penting di Kalimantan Timur, memiliki sejarah panjang yang terbentuk dari peristiwa-peristiwa penting. Salah satu momen paling bersejarah adalah pengeboran sumur minyak Mathilda pada 10 Februari 1897. Peristiwa ini menjadi awal mula perubahan Balikpapan dari kawasan pesisir menjadi kota industri yang menarik banyak pendatang.

Pengeboran tersebut dilakukan oleh Firma Samuel & Co, yang mendapatkan hak konsesi dari pemerintah Hindia Belanda. Nama sumur minyak ini berasal dari anak JH Menten, seorang pejabat kolonial. Pada masa itu, wilayah Teluk Balikpapan dikenal sebagai daerah dengan cadangan minyak bumi yang besar, sehingga memicu arus pendatang dari berbagai latar belakang.

Di awal tahun 1900-an, jumlah penemuan dan pengeboran minyak semakin meningkat. Pendatang ke Balikpapan terdiri dari orang Cina, para pekerja pengeboran dari Jawa, serta pekerja dari India. Mereka menjadi cikal bakal penghuni desa di Tukung (Klandasan) dan Jumpi (Kampung Baru), yang merupakan asal usul sebagian besar warga Balikpapan saat ini.

Selain itu, keberadaan minyak juga menarik banyak pedagang dari Kerajaan Banjar di Banjarmasin dan Bone di Sulawesi Selatan. Mereka datang untuk berdagang dan singgah di Balikpapan, sehingga memperkaya keragaman budaya dan ekonomi kota ini.

Seiring waktu, Balikpapan berkembang menjadi "Kota Minyak" dengan produksi minyak yang mencapai 86 juta barrel per tahun. Namun, saat ini, kota ini tidak lagi berorientasi pada pengeboran, melainkan pada jasa pengolahan minyak yang mengolah minyak mentah dari sekitar Balikpapan seperti Sepinggan, Handil, Bekapai, Sanga-sanga, Tarakan, Bunyu, dan Tanjung, serta minyak mentah yang diimpor dari negara lain.

Asal Usul Nama Balikpapan

Menilik dari susunannya, kata “Balikpapan” dapat dimasukkan ke dalam asal kata bahasa Melayu. Menurut buku karya F. Valenijn pada tahun 1724, ada sebuah daerah di hulu sebuah sungai yang berada di Teluk sekitar tiga mil dari pantai. Desa itu bernama BILIPAPAN, dan nama tersebut dikaitkan dengan sebuah komunitas pedesaan di teluk yang sekarang dikenal dengan nama Teluk Balikpapan.

Ada beberapa versi mengenai asal usul nama Balikpapan:

  1. Versi Pertama
    Menurut legenda, asal nama Balikpapan adalah karena sebuah kejadian yang terjadi pada tahun 1739. Saat itu, di bawah pemerintahan Sultan Muhammad Idris dari Kerajaan Kutai, pemukim-pemukim di sepanjang Teluk Balikpapan diminta menyumbangkan bahan bangunan untuk pembangunan istana baru di Kutai Lama. Sumbangan tersebut berupa 1000 lembar papan yang diikat menjadi rakit. Setibanya di Kutai Lama, ternyata ada 10 keping papan yang kurang. Hasil pencarian menemukan bahwa 10 keping papan tersebut terhanyut dan timbul di suatu tempat yang sekarang bernama "Jenebora". Dari peristiwa inilah nama Balikpapan diberikan.

  2. Versi Kedua
    Menurut legenda dari orang-orang suku Pasir Balik atau lazim disebut Suku Pasir Kuleng, secara turun menurun telah dihikayatkan tentang asal mula nama "Negeri Balikpapan". Orang-orang suku Pasir Balik yang bermukim di sepanjang pantai Teluk Balikpapan adalah berasal dari keturunan kakek dan nenek yang bernama "KAYUN KULENG dan PAPAN AYUN". Oleh keturunannya, kampung nelayan yang terletak di Teluk Balikpapan diberi nama "KULENG-PAPAN" atau artinya "BALIK-PAPAN" (dalam bahasa Pasir, Kuleng artinya Balik dan Papan artinya Papan). Nama negeri Balikpapan diperkirakan muncul sekitar tahun 1527.

Hari Jadi Kota Balikpapan

Hari jadi Kota Balikpapan ditetapkan pada tanggal 10 Februari 1897. Penetapan tanggal ini merupakan hasil dari peristiwa pengeboran pertama sumur minyak di Balikpapan dan diputuskan dalam seminar sejarah Kota Balikpapan tanggal 1 Desember 1984.

Walikota Balikpapan dari Masa ke Masa

Berikut adalah daftar walikota Balikpapan sejak 1960 hingga sekarang:

  1. H.A.R.S.MUHAMMAD (1960 - 1963)
  2. MAYOR TNI. AD BAMBANG SOETIKNO (1963 - 1965)
  3. MAYOR TNI.AD IMAT SAILI (1965 - 1967)
  4. MAYOR POL.ZAINAL ARIFIN (1967 - 1973)
  5. LETKOL.POL.H.M.ASNAWI ARBAIN (1974 - 1981)
  6. KOL.CZI.TNI.AD.SYARIFUDIN YOES (1981 - 1989)
  7. H. HERMAIN OKOL (Sebagai Plt.Walikota) (1989 - 1991)
  8. KOL.INF.H.TJUTJUP SUPARNA (1991 - Juni 2001)
  9. H. IMDAAD HAMID (Juni 2001 - 2011)
  10. H. M. RIZAL EFFENDI (2011 - s.d. 2021)
  11. H. RAHMAD MAS'UD, S.E., M.E (2021 — sekarang)



0 Komentar