Pemantauan dan Koordinasi Energi Jelang Idulfitri 2026
Pemerintah melalui Kementerian ESDM resmi membuka Posko Nasional sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebagai pusat pemantauan dan koordinasi layanan energi bagi masyarakat menjelang arus mudik dan perayaan Idulfitri 2026. Posko ini dibuka di Gedung BPH Migas, Jakarta, pada Kamis (12/3), dengan tujuan menjadi rujukan informasi yang dapat diandalkan terkait bahan bakar minyak (BBM), LPG, listrik, hingga informasi potensi kebencanaan geologi selama Ramadan dan Idulfitri.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menjelaskan bahwa Posko Nasional Sektor ESDM menjadi tempat berkoordinasi antarinstansi terkait dan menjadi pusat informasi bagi masyarakat dan stakeholder untuk mendapatkan informasi-informasi yang dibutuhkan. Ia menegaskan bahwa secara nasional ketersediaan BBM dan LPG untuk kebutuhan Hari Raya Idulfitri 1447 H sangat memadai.
Ketua Posko Nasional Sektor ESDM periode Ramadan dan Idulfitri 2026, Erika Retnowati, menekankan pentingnya sinergi antar lembaga agar pelaksanaan Posko berjalan lancar dan mampu memberikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Ia menyatakan bahwa sinergitas tidak hanya internal anggota Posko, tetapi juga dengan stakeholder lainnya seperti KORLANTAS POLRI, terkait dengan adanya rute-rute yang dilakukan pembatasan ataupun titik-titik kemacetan.
Selama periode Posko Ramadan dan Hari Raya Idulfitri, BPH Migas bersama Pertamina menyiagakan 125 terminal BBM, 7.885 SPBU, dan 72 DPPU, serta fasilitas tambahan di wilayah dengan permintaan tinggi. Proyeksi dinamika kebutuhan BBM selama periode Posko menunjukkan gasoline diperkirakan meningkat sekitar 12,0 persen dibandingkan kondisi normal, sedangkan gasoil turun sekitar 14,5 persen. Sementara itu, kebutuhan avtur diperkirakan meningkat 2,8 persen dan kerosene naik sekitar 4,2 persen dibandingkan realisasi normal.
Untuk LPG, Ditjen Migas bersama Pertamina menyiagakan 40 terminal LPG, 757 SPBE, dan 6.662 agen LPG. Prognosa ketahanan stok LPG nasional berada pada kisaran 12-15 hari. Kondisi stok ini dijaga tetap stabil selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026, dengan dukungan agen dan pangkalan LPG siaga 24 jam khususnya di wilayah dengan permintaan tinggi.
Pertamina memastikan ketersediaan pasokan energi nasional, khususnya bahan bakar minyak (BBM) dan LPG, dalam kondisi aman periode Ramadan Idulfitri 1447 H. Untuk memastikan kelancaran distribusi energi di periode ini, Pertamina juga telah mengaktifkan Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idulfitri yang berlangsung mulai 9 Maret hingga 1 April 2026.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menyampaikan bahwa Pertamina terus memperkuat kesiapan operasional serta layanan kepada masyarakat agar kebutuhan energi selama Ramadan dan Idulfitri dapat terpenuhi dengan baik. Ia menjelaskan bahwa Pertamina memastikan ketersediaan stok BBM dan LPG berada dalam kondisi aman untuk menyambut Ramadan dan Idulfitri. Selain itu, Pertamina menyiapkan berbagai layanan tambahan di wilayah atensi, yaitu wilayah yang diperkirakan mengalami lonjakan konsumsi energi selama periode Ramadan dan Idulfitri.
Beberapa layanan tambahan yang disiapkan oleh Pertamina antara lain motoris Pertamina Delivery Service (PDS) yang dapat mengantarkan BBM ketika terjadi kemacetan di jalan, serta mobil tangki yang disiagakan di sejumlah titik strategis untuk memastikan distribusi energi tetap berjalan lancar. Di sisi lain, Pertamina juga terus memperkuat infrastruktur energi nasional, termasuk menjajaki potensi kerja sama pembangunan fasilitas penyimpanan energi (storage) guna meningkatkan ketahanan energi nasional.
Terkait kondisi kapal di kawasan Teluk Arab, Simon menegaskan Pertamina terus memantau perkembangan situasi serta berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait. Saat ini terdapat dua kapal yang telah melanjutkan operasional, yakni Pertamina International Shipping (PIS) Rinjani dan PIS Paragon, yang melayani non-captive market dengan tujuan pengiriman ke Kenya dan India, sehingga tidak terkait langsung dengan kebutuhan energi domestik Pertamina. Sementara itu, terdapat dua kapal Pertamina yang masih berada di wilayah Teluk Arab, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro.
Prioritas utama Pertamina adalah memastikan keselamatan kru kapal serta keamanan kargo yang diangkut. Perusahaan terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan otoritas terkait untuk memastikan situasi tetap kondusif sehingga kapal dapat melanjutkan operasional dengan aman.
Sebagai langkah antisipasi terhadap dinamika geopolitik global, Pertamina juga terus melakukan diversifikasi sumber pasokan energi dari berbagai wilayah dunia. Selain dari kawasan Timur Tengah, pasokan energi juga berasal dari Afrika, Amerika, serta wilayah lainnya untuk memastikan keberlanjutan pasokan energi nasional. Dengan dukungan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, Pertamina berkomitmen untuk terus memastikan kelancaran distribusi energi serta menjaga ketahanan pasokan energi bagi masyarakat Indonesia.
[jpnn]
Yuk, Simak Juga Video ini!
0 Komentar