Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi 18 Maret, DIY Siap Hadapi Lonjakan Kendaraan

Prediksi Puncak Arus Mudik di Daerah Istimewa Yogyakarta

Puncak arus mudik di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diperkirakan akan terjadi pada 18 Maret 2026 atau H-3 Lebaran 2026. Kesiapan sarana dan prasarana transportasi terus dimatangkan untuk menghadapi gelombang kedatangan pemudik. Beberapa pintu masuk utama menuju DIY diprediksi mengalami peningkatan arus kendaraan mulai dari gerbang tol, stasiun hingga bandara.

Pergerakan masyarakat menjelang Idulfitri 1447 Hijriah/2026 diperkirakan akan mencapai puncaknya pada Rabu, 18 Maret 2026, atau bertepatan dengan H-3 Lebaran. Prediksi ini didasarkan pada hasil survei mobilitas masyarakat serta analisis pola perjalanan angkutan Lebaran dari tahun-tahun sebelumnya. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkirakan pergerakan pemudik secara nasional pada tahun 2026 mencapai 143,7 juta orang. Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan proyeksi 2025 yang sebesar 146 juta orang. Meski demikian, realisasi pergerakan pada 2025 yang menembus 154 juta orang menjadi catatan penting bahwa mobilitas masyarakat kerap melampaui prediksi awal. Hal ini menuntut adanya langkah antisipasi yang matang dari pemangku kepentingan.

Lonjakan pemudik diyakini akan langsung berdampak pada peningkatan volume kendaraan di jalur-jalur utama, khususnya pada jaringan Tol Trans-Jawa serta jalur arteri yang menghubungkan Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DIY, Chrestina Erni Widyastuti, menyampaikan bahwa peningkatan volume lalu lintas akan sangat terasa di wilayahnya. Menurutnya, kesiapan sarana dan prasarana transportasi terus dimatangkan untuk menghadapi gelombang kedatangan pemudik.

"Secara umum, peningkatan volume lalu lintas pada masa puncak arus mudik dapat mencapai 60 hingga 80 persen dibandingkan hari normal, terutama pada jalur utama menuju kota-kota tujuan mudik di Pulau Jawa. Daerah Istimewa Yogyakarta setiap tahunnya menjadi salah satu destinasi utama pemudik, baik bagi masyarakat yang pulang ke kampung halaman maupun wisatawan yang memanfaatkan momentum libur Lebaran," kata Chrestina.

Langkah Antisipasi

Sebagai langkah antisipasi, Chrestina menegaskan komitmen jajarannya bersama instansi lain. "Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta bersama instansi terkait terus melakukan koordinasi lintas sektor guna memastikan kesiapan sarana dan prasarana transportasi, pengaturan lalu lintas, serta pelayanan kepada masyarakat selama periode angkutan Lebaran," tambahnya.

Beberapa pintu masuk utama menuju DIY yang diprediksi mengalami peningkatan arus kendaraan meliputi jalur Prambanan–Sleman, Tempel–Sleman, Wates–Kulon Progo, serta Piyungan–Bantul. Kepadatan juga diproyeksikan terjadi di simpul-simpul transportasi utama seperti Terminal Jombor, Terminal Giwangan, Stasiun Tugu, Stasiun Lempuyangan, hingga Bandara Yogyakarta International Airport (YIA).

Untuk mengurai kepadatan, pemerintah telah menyiapkan strategi khusus, mulai dari pengaturan lalu lintas, peningkatan pengawasan di jalur utama, hingga penyediaan pos pelayanan. Masyarakat juga didorong untuk memanfaatkan layanan transportasi publik seperti Trans Jogja sebagai alternatif mobilitas selama libur Lebaran di DIY. Lebih lanjut, Chrestina memberikan peringatan khusus terkait keselamatan berlalu lintas dan pentingnya manajemen waktu keberangkatan.

"Masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik diharapkan dapat merencanakan perjalanan dengan baik, termasuk menentukan waktu keberangkatan yang tepat untuk menghindari kepadatan pada puncak arus mudik tanggal 18 Maret 2026. Pemudik juga diimbau untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, mematuhi peraturan lalu lintas, serta menjaga kondisi fisik selama perjalanan. Apabila merasa lelah, pengemudi diharapkan beristirahat di tempat yang telah disediakan demi menjaga keselamatan selama perjalanan," urai Chrestina menegaskan.

Dengan koordinasi lintas sektor dan kesadaran masyarakat dalam mematuhi imbauan, diharapkan penyelenggaraan angkutan mudik Lebaran 2026 dapat berlangsung aman, lancar, dan nyaman bagi semua pihak.

Pemetaan Titik Rawan Macet

Berbagai kesiapan pun terus dilakukan Pemda DIY, Polda DIY, beserta semua pemangku kebijakan guna mengantisipasi lonjakan pengunjung dan pemudik pada masa arus mudik-balik Lebaran 2026. Diketahui, DIY memang menjadi salah satu tujuan utama dan favorit pemudik maupun wisatawan pada masa arus mudik Lebaran tahun ini. Polda DIY pun menyiapkan sejumlah langkah pengamanan dan antisipasi kepadatan lalu lintas melalui Operasi Ketupat Progo 2026, yang akan digulirkan pada 13-25 Maret 2026.

Menurut data Kementerian Perhubungan, DIY kembali menjadi salah satu destinasi utama mobilitas masyarakat secara nasional. Kapolda DIY, Irjen Pol Anggoro Sukartono, menyebut tingginya volume kendaraan dan manusia ini diyakini akan menciptakan sejumlah simpul kerawanan baru jika tidak dikelola dengan baik. "Kami mengetahui dari data Kementerian Perhubungan bahwa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi tujuan utama mobilitas masyarakat pada puncak arus mudik, yang diprediksi mencapai 8,2 juta orang. Hal ini pasti akan memunculkan simpul-simpul kerawanan ataupun titik-titik yang dapat menimbulkan isu. Dari hasil survei, diprediksi akan muncul potensi kemacetan, peningkatan angka kriminalitas, serta risiko bencana alam," papar Anggoro, Selasa (10/3/2026).

Guna memecah penumpukan massa, pemetaan telah dilakukan di sejumlah pusat transportasi dan pariwisata. Anggoro memastikan, evaluasi dari pengamanan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) sebelumnya menjadi acuan utama agar kendala di lapangan dapat ditekan secara signifikan. Kapolda pun merinci beberapa titik yang diprediksi rawan macet di wilayah DIY, di antaranya:

  • Kawasan sekitar Stasiun Tugu
  • Seputaran Stasiun Lempuyangan
  • Bandara Adisutjipto Yogyakarta
  • Seputar Bandara YIA Kulon Progo
  • Beberapa Destinasi Hiburan atau Wisata

"Tetapi, dari hasil rapat koordinasi ini, kita pastikan dengan mengacu pada kegiatan pengamanan Nataru sebelumnya, bahwa hal-hal yang sudah diantisipasi tidak akan menjadi kendala yang berarti," tegas Kapolda DIY.

Kepadatan di Kota Yogyakarta

Sementara Kasatlantas Polresta Yogyakarta, AKP Alvian Hidayat, memprediksi kepadatan arus kendaraan saat momen mudik lebaran di Kota Yogyakarta diperkirakan dimulai H+1 Lebaran. Meski demikian, antisipasi kepadatan arus kendaraan telah disiapkan sejak 17 Maret 2026 hingga 21 Maret 2026. Dalam rentang waktu tersebut, menurut Alvian, terjadi peningkatan kendaraan baik pemudik maupun mereka yang mulai berlibur atau bersilaturahmi keluarga di Yogyakarta.

"Prediksi karena kami sesuai melihat hari ya, kalender itu kan, lebaran itu di 20-21 Maret 2026. Karena otomatis tanggal 22 itu sudah H plus dua, tapi kami menyampaikan H plus 1 dalam artian mungkin prediksi lebaran dari pemerintah yang tanggal 21. Mungkin tanggal 22 itu sudah mulai ada peningkatan yang cukup signifikan," katanya, saat dikonfirmasi, Kamis (12/3/2026).

Sejumlah antisipasi kepadatan arus kendaraan telah disiapkan jajaran Satlantas Polresta Yogyakarta. Baik itu penambahan 50 rambu petunjuk arah hingga pengalihan arus kendaraan yang menuju Kota Yogyakarta. Untuk kendaraan yang dari luar perbatasan, pihak kepolisian telah memberlakukan rekayasa arus lalu lintas. Polresta Yogyakarta telah menyiapkan 50 papan rambu petunjuk jalan tambahan. Fungsinya untuk memudahkan pengemudi yang datang dari luar Kota Yogyakarta.

"Misalnya kendaraan yang dari arah timur, nanti kalau mereka tetap masih menuju ke arah barat melewati jalur Jalan Solo-Jogja (Ambarrukmo Plaza) ke barat, nanti tidak bisa langsung masuk ke arah Tugu. Tapi kami arahkan Galeria ke selatan untuk yang akan mengarah ke Malioboro," jelas Alvian.

Pihak kepolisian akan memasang rambu pengalihan arus di simpang Janti (Jalan Solo-Jogja) untuk menghalau kendaraan bus masuk Kota Yogyakarta. Bus-bus yang hendak memasuki Kota Yogyakarta khususnya kawasan Malioboro akan dialihkan melalui Blok O dan Gedongkuning. "Di Janti kami juga sudah ada rambu tambahan, khususnya untuk bus itu wajib mengarahnya ke kiri. Nanti melalui Blok O, gedongkuning ke selatan lagi," jelas Alvian.

Adapun titik rawan kepadatan arus kendaraan yang masuk di Kota Yogyakarta antara lain simpang Kridosono, Jalan Pasar Kembang, Kawasan Nol Km Yogyakarta hingga simpang Gondomanan. "Khusus di Jalan Pasar Kembang kami pastikan tidak ada parkir liar yang mengganggu arus lalu lintas," tutup Alvian.

0 Komentar