Puncak Arus Mudik Lebaran di Pelabuhan Ambon Capai 1.600 Penumpang

Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon

Puncak arus mudik Lebaran 1447 Hijriah di Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon, Maluku, terjadi pada Jumat (13/3/2026). Peristiwa ini ditandai dengan kedatangan dua kapal milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni secara hampir bersamaan. Kedua kapal tersebut, yakni KM Ciremai dan KM Labobar, membawa ribuan penumpang yang tiba maupun akan melanjutkan perjalanan ke sejumlah daerah di kawasan timur dan barat Indonesia.

Kepala Pelni Cabang Ambon, Marthin Heryanto, menjelaskan bahwa KM Ciremai yang berlayar dari arah barat, tepatnya dari Pelabuhan Bau-Bau, tiba di Ambon pada pukul 10.00 WIT dengan menurunkan 1.600 orang penumpang. Setelah itu, sebanyak 800 penumpang naik ke kapal yang sama untuk melanjutkan pelayaran menuju Sorong, Papua.

"KM Ciremai merupakan kapal terakhir yang berlayar menuju arah timur sebelum Lebaran 2026," ujar Marthin di Ambon, Jumat.

Sementara itu, KM Labobar tiba dari Pelabuhan Tual, Maluku Tenggara, dengan menurunkan 800 penumpang di Ambon. Kapal tersebut akan melanjutkan pelayaran menuju arah barat dengan menyinggahi Pelabuhan Namlea, Bau-Bau, hingga akhirnya bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Pada Jumat malam, menyusul pula KM Pangrango yang berlabuh setelah berlayar dari arah timur.

Marthin menambahkan, PT Pelni telah menyiapkan 12 kapal untuk melayani calon penumpang di kawasan timur Indonesia yang akan mudik ke kampung halaman. Kapal-kapal tersebut antara lain KM Labobar, KM Nggapulu, KM Ciremai, KM Gunung Dempo, KM Sirimau, KM Leuser, dan KM Pangrango.

ASDP Ambon Tambah Trip Penyeberangan Hunimua–Waipirit

Di lintasan penyeberangan antarprovinsi, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ambon meningkatkan jumlah perjalanan kapal di lintasan Hunimua–Waipirit menjadi 17 trip per hari. Langkah ini diambil untuk mengurai potensi antrean kendaraan dan penumpang menjelang arus mudik Lebaran.

General Manager ASDP Ambon, Syamsuddin Tanassy, menjelaskan bahwa biasanya pihaknya melayani 13 trip per hari. Namun, setelah berkoordinasi dengan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Maluku, jumlah tersebut ditingkatkan menjadi 17 trip dengan tetap mengoperasikan lima unit kapal.

"Dengan lima kapal, setiap sekitar satu jam sudah ada kapal yang sandar di dermaga. Jadi kendaraan yang akan menyeberang tidak perlu menunggu terlalu lama," ujarnya di Ambon, Jumat.

Menurut Syamsuddin, pola operasi ini dinilai efektif berdasarkan pengalaman pada periode Natal dan Tahun Baru lalu. Bahkan, jika satu kapal tambahan dioperasikan selama 24 jam penuh, jumlah perjalanan berpotensi meningkat hingga 20 trip. Pihaknya juga mempersingkat waktu bongkar muat dari satu jam menjadi sekitar 45 menit pada jam-jam rawan kepadatan.

ASDP memprediksi peningkatan jumlah penumpang dan kendaraan sekitar 4–5 persen dibandingkan periode sebelumnya. Selain itu, ASDP berkolaborasi dengan Angkasa Pura dalam penyediaan kuota tiket gratis bagi masyarakat dengan tetap menggunakan sistem tiket resmi agar penumpang terlindungi asuransi selama perjalanan.

Kepala Dinas Perhubungan Maluku: Meningkatkan Pelayanan Transportasi Laut

Kepala Dinas Perhubungan Maluku, Semuel Huwae, menambahkan bahwa pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan pelayanan transportasi laut selama masa angkutan Lebaran, khususnya di Pelabuhan Hunimua yang menjadi salah satu titik dengan mobilitas tinggi.

"Kami ingin memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat pengguna jasa transportasi. Pesan gubernur agar setiap posko, terutama di Hunimua yang padat lalu lintasnya, bisa dimaksimalkan dengan baik," ucapnya.

ASDP Bakauheni Siapkan 57 Kapal untuk Lintasan Bakauheni–Merak

Sementara itu di Lampung Selatan, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Utama Bakauheni menyiapkan 57 unit kapal untuk melayani arus mudik dan balik Lebaran 2026 di lintasan penyebarangan utama Bakauheni–Merak.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Utama Bakauheni, Partogi Tamba, menyatakan bahwa dengan armada tersebut diproyeksikan akan berlangsung 2.949 trip kapal selama periode layanan untuk mengakomodasi tingginya mobilitas masyarakat.

"Pada Angkutan Lebaran 2026, sebanyak 57 unit kapal siap beroperasi melayani penyeberangan di lintasan utama Bakauheni–Merak," ujarnya di Lampung Selatan, Jumat.

Meskipun jumlah kapal mengalami penurunan dibandingkan tahun 2025 sebanyak 75 kapal, Partogi memastikan kesiapan armada pada saat puncak arus mudik dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa. ASDP juga menyiapkan 786 personel operasional serta memperkuat fasilitas layanan seperti buffer zone, sistem delaying, CCTV, layanan kesehatan 24 jam, dan optimalisasi waktu sandar kapal (port time).

"Keselamatan pengguna jasa adalah prioritas utama kami. Kami bekerja sama dengan semua pemangku kepentingan untuk memastikan layanan penyeberangan tetap optimal," ucapnya.

0 Komentar