
Kegiatan Pasar Sembako Murah di Bandung
Di tengah momen Ramadan dan menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, sejumlah instansi pemerintah terus menggelar pasar sembako murah. Tujuannya adalah untuk memberikan harga pangan yang lebih terjangkau bagi masyarakat yang membutuhkan. Salah satu contohnya adalah kegiatan yang dilakukan oleh Polda Jawa Barat di kawasan SOR Arcamanik, Kota Bandung, Jumat (13/3). Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak bersama jajaran Polri di seluruh Indonesia.
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa ratusan warga sudah antre sejak pagi hari. Meski cuaca cukup panas, antrean tetap ramai karena masyarakat ingin mendapatkan sembako dengan harga yang lebih murah.
Salah satu peserta antrean, Santi, menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini sangat bermanfaat, terutama di bulan Ramadan. Ia mengatakan bahwa harga sembako di pasaran biasanya meningkat tajam.
"Harga minyak naik, beras juga naik. Saya biasa beli beras sekilo itu sekitar Rp 17 ribu, minyak juga bisa Rp 19 ribu yang Minyakita, belum mi juga sekitar Rp 4.000 satuannya. Kalau ini sekarang bayar Rp 60 ribu sudah dapat beras saja lima kg, minyak juga dapat merek yang lebih bagus," ujarnya.
Gerakan Pangan Murah oleh Polri
Direktur Binmas Polda Jabar, Kombes Wadi Sabani, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan secara serentak oleh seluruh jajaran polres di wilayah Jawa Barat. "Hari ini secara serentak Polda Jawa Barat bersama Mabes Polri dan seluruh jajaran di Indonesia melaksanakan gerakan pangan murah," katanya.
Menurutnya, program ini merupakan bagian dari Gerakan Pangan Murah yang digelar Polri untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Dalam kegiatan ini, berbagai komoditas pangan dijual dengan harga lebih rendah atau di bawah harga eceran tertinggi (HET).
Ketersediaan Bahan Pokok
Beberapa komoditas utama yang disediakan dalam kegiatan ini antara lain beras, minyak goreng, telur, ayam, daging, dan kebutuhan pokok lainnya. Untuk beras, total yang didistribusikan mencapai lebih dari 200 ton melalui Polda Jabar dan seluruh jajaran polres di daerah.
Wadi menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat, terutama untuk membantu menjaga stabilitas harga bahan pokok. Dalam pelaksanaannya, Polda Jabar bekerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari Perum Bulog, BUMN, dinas perdagangan, hingga berbagai stakeholder terkait lainnya untuk memastikan ketersediaan dan distribusi bahan pangan berjalan lancar.
Persiapan untuk Momentum Lebaran
Program Gerakan Pangan Murah ini sebelumnya juga telah beberapa kali digelar oleh Polda Jabar, khususnya selama momentum bulan Ramadan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga kebutuhan pokok yang kerap terjadi selama bulan puasa.
"Kegiatan ini merupakan ikhtiar bersama untuk memitigasi lonjakan harga kebutuhan pokok yang sering terjadi di bulan Ramadan," ujarnya.
Stok Beras yang Cukup
Kepala Bulog Jabar, Nurman Susilo, menjelaskan bahwa pihaknya terus melakukan koordinasi dengan berbagai lembaga pemerintah dalam menyediakan pangan murah seperti beras SPHP maupun Minyakita. Program seperti ini terus didukung bahkan hingga Lebaran tiba.
"Jadi, kalau dari Bulog kami masih ada sampai tanggal 18-19 Maret," ungkap Nurman. Ia juga memastikan bahwa stok beras cukup mencapai 470 ribu ton. Jumlah ini cukup bahkan hingga bulan Desember 2026.
Di sisi lain, Bulog juga masih aktif melakukan pembelian gabah per hari yang bisa mencapai 10 ribu ton. "Jadi, bagi masyarakat jangan takut beras langka, karena stok beras di Bulog cukup," tegasnya.
0 Komentar