Bulog jamin stok bahan pangan Jawa Timur aman jelang Lebaran

Persiapan Stok Bahan Pokok Jelang Idulfitri

Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Jawa Timur telah memastikan ketersediaan bahan pokok dalam kondisi aman dan terkendali menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah/2026. Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jawa Timur, Langgeng Wisnu Adinugroho, menyatakan bahwa persediaan bahan pangan, khususnya beras dan minyak goreng subsidi Minyakita, cukup melimpah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Perum Bulog Jawa Timur memastikan stok beras dan Minyakita aman, di mana terdapat sebanyak 1 juta ton beras serta Minyakita kurang lebih sebanyak 2,1 juta liter telah dipersiapkan memenuhi kebutuhan masyarakat untuk menghadapi Idulfitri Lebaran," ujarnya pada Jumat (13/3/2026).

Distribusi Bahan Pokok Selama Tahun 2026

Sejak awal tahun 2026, Perum Bulog Jawa Timur telah menyalurkan puluhan ribu ton beras SPHP maupun jutaan liter Minyakita ke masyarakat melalui berbagai instansi terkait. Dalam waktu tersebut, Bulog Jatim telah menyalurkan sejumlah 42 ribu ton beras SPHP dan 9 juta liter Minyakita melalui saluran GPM yang diinisiasi TNI/Polri, pemerintah daerah, BUMN/BUMD, pasar-pasar, dan RPK di luar pasar.

Langgeng juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah berhasil menorehkan sebanyak 588 ribu ton Gabah Kering Panen (GKP), yang dikalkulasikan setara dengan 300 ribu ton beras. Angka ini merupakan jumlah tertinggi di seluruh Indonesia, dengan kontribusi sebesar 32% dari capaian nasional sebesar 1.818.000 GKP atau setara dengan 950.000 ton beras per hari ini.

"Prestasi tersebut tidak terlepas dari kerja sama semua pihak, di antaranya Pemprov Jatim, Dinas Pertanian melalui penyuluh pertanian, TNI melalui Babinsa, Babinkamtibmas Polri, mitra penggilingan, dan Tim Jemput Pangan (TJP) Bulog," ucapnya.

Keamanan Transaksi Jelang Lebaran

Untuk menjaga keamanan dalam transaksi menjelang Lebaran, Langgeng menegaskan bahwa Bulog Jatim telah melakukan sosialisasi dan mengajak para petani untuk melaksanakan transaksi secara non-tunai atau transfer ke rekening masing-masing petani saat melakukan pembayaran GKP.

Selain itu, TJP Bulog di seluruh Jawa Timur berkomitmen untuk melakukan pembelian secara on the spot GKP milik petani senilai HPP Rp6.500 per kilogram dengan kondisi yang sudah dipanen maupun yang tersimpan dalam kemasan karung di pinggir jalan. "Selain itu, Bulog Jatim juga memastikan terdapat tim jemput gabah yang tetap berjaga-jaga selama momentum libur hari raya Idulfitri 2026," ujarnya.

Penyerapan Jagung dan Stabilisasi Harga

Selain itu, Bulog Jatim juga telah menyerap sebanyak 40.796 ton Jagung Pipil Kering (JPK), yang tercatat sebagai penyerapan tertinggi dan memenuhi kebutuhan nasional sebesar 40% dari target 100.000 ton sampai akhir tahun.

Langgeng menjelaskan harga beli Bulog untuk komoditas jagung yaitu Rp6.400 per kilogram untuk kadar air maksimal 14% di gudang milik Bulog. "Serapan jagung oleh Bulog ini didukung secara penuh oleh Polda Jawa Timur melalui semua jajaran Polres se-Jawa Timur, termasuk penggunaan gudang jagung milik Polri untuk penyimpanan jagung di Desa Pacing, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto," tuturnya.

Langgeng menambahkan bahwa serapan tersebut nantinya akan digunakan untuk menjaga harga jagung di tingkat peternak melalui program SPHP jagung yang bertujuan menjaga stabilisasi harga pakan ternak berbahan jagung. "Stabilitas harga jagung di tingkat peternak itu diharapkan dapat secara tidak langsung berimplikasi terhadap stabilitas harga pakan, telur, hingga daging ayam," pungkasnya.

0 Komentar