Pembukaan Tol Balikpapan–IKN Selama Mudik Lebaran 2026 Dapat Respons Positif
Pembukaan ruas tol Balikpapan–Ibu Kota Nusantara (IKN) secara fungsional selama periode mudik Lebaran 2026 mendapatkan respons positif dari masyarakat. Meski pada hari pertama pembukaan, Jumat (13/3), belum terlihat lonjakan kendaraan yang masuk melalui pintu tol, keberadaan jalur ini menjadi kabar baik bagi warga yang ingin berkunjung ke kawasan IKN selama libur Lebaran.
Ruas tol yang difungsionalkan memiliki panjang sekitar 52,37 kilometer dan dinilai mampu memangkas waktu tempuh perjalanan menuju kawasan ibu kota baru secara signifikan. Pengendara dapat memasuki tol melalui Gerbang Tol Manggar maupun akses Tol Seksi 1B yang dapat dijangkau dari arah Pasar Sepinggan menuju Jalan Mukmin Faisal atau Jalan Transad tembus Kilometer 8.
Dari arah Pasar Sepinggan, pengendara dapat berbelok di pertigaan tanjakan setelah Perumahan Melati, kemudian mengikuti jalur sekitar 1,5 kilometer hingga menemukan Gerbang Tol Seksi 1B di sisi kiri jalan. Di lokasi tersebut juga telah disiapkan posko petugas yang memberikan informasi kepada pengendara terkait penggunaan tol fungsional.
Sementara bagi pengendara dari arah Stadion Batakan, akses menuju pintu tol cukup dengan melaju lurus sekitar dua kilometer dari Jalan Mulawarman. Setelah melewati gerbang tol, perjalanan dilanjutkan sekitar tiga kilometer hingga mencapai titik tapping kartu tol. Selanjutnya pada Kilometer 8, pengendara diarahkan mengambil jalur kiri untuk menuju tol fungsional arah IKN. Di titik tersebut juga telah dipasang rambu bertuliskan “Tol Fungsional Menuju IKN” sebagai penunjuk arah.
Jika pengendara mengambil jalur kanan, kendaraan akan melaju menuju ruas tol Karang Joang. Salah satu pengendara, Ucup Sudarso (53), mengaku senang dengan dibukanya tol fungsional tersebut karena perjalanan menuju IKN kini terasa jauh lebih cepat dibandingkan melalui jalur biasa.
Pria asal Madura yang telah lama menetap di Balikpapan itu mengaku datang bersama keluarganya untuk berkunjung ke kawasan ibu kota baru. “Yang jelas lebih enak lewat tol ini karena lebih gampang dan lebih cepat sampai. Saya tahu itu karena sering bolak-balik ke IKN,” ujarnya kepada Tribun Kaltim.
Menurutnya, sebelumnya perjalanan menuju kawasan IKN melalui jalur nasional via Km 38 Samboja dapat memakan waktu sekitar dua hingga tiga jam, tergantung kondisi lalu lintas. Namun dengan memanfaatkan tol fungsional, waktu tempuh dari Balikpapan menuju kawasan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN kini dapat dipangkas menjadi sekitar satu jam.
“Kalau lewat tol jaraknya sekitar 50 sampai 53 kilometer sampai Sepaku, sedangkan lewat Km 38 bisa lebih dari 80 kilometer,” jelasnya. Pengendara lainnya, Mustamin, juga menilai kualitas jalan di sepanjang ruas tol fungsional sangat baik. “Sangat bagus jalannya, sudah teraspal dan sangat mulus. Paling enak kalau dipakai kebut-kebutan,” ujarnya sambil tersenyum.
Meski demikian, ia mengingatkan pengendara tetap harus mematuhi aturan yang berlaku karena ruas tol tersebut belum sepenuhnya rampung. “Kita harus patuh aturan demi keselamatan, karena batas kecepatan maksimal yang diperbolehkan hanya 60 kilometer per jam,” ungkapnya.
Dibuka Hingga 29 Maret
Direktur Utama PT Jasamarga Balikpapan Samarinda (Balsam), Muhammad Taufik, menjelaskan ruas tol Balikpapan–IKN difungsionalkan untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran tahun ini. Tol tersebut dibuka secara fungsional mulai 13 Maret hingga 29 Maret 2026. Menurutnya, operasional jalur tol masih dibatasi karena sebagian ruas masih dalam tahap pengerjaan.
“Batas kecepatan maksimal yang diperbolehkan adalah 60 kilometer per jam dan jalur ini hanya dibuka pada siang hari mulai pukul 06.00 WITA hingga 18.00 WITA,” ujarnya. Pembatasan waktu operasional dilakukan karena infrastruktur jalan tol masih dalam proses penyelesaian serta rambu lalu lintas yang masih terbatas.
Fasilitas Penunjang Disiapkan
Untuk mendukung keamanan dan kenyamanan pengguna jalan, sejumlah fasilitas penunjang telah disiapkan di sepanjang ruas tol Balikpapan–IKN. Di antaranya rest area sementara dan toilet yang berada di ruas JBH 5B dan 5A, serta pemasangan rambu lalu lintas di beberapa titik. Selain itu, pengelola jalan juga memasang 45 unit kamera CCTV untuk memantau kondisi lalu lintas secara real time.
Petugas juga menyiagakan enam kendaraan safety patrol serta empat unit ambulans untuk mengantisipasi kondisi darurat di sepanjang jalur tol. Fasilitas kesehatan juga disiapkan, yakni dua fasilitas kesehatan di kawasan Karang Joang dan tiga fasilitas kesehatan di area IKN.
Tarif yang Dikenakan
Akses menuju kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) melalui jalan tol kini mulai dapat digunakan masyarakat. Jalan Tol Balikpapan–IKN resmi dibuka secara fungsional mulai Jumat (13/3) hingga 29 Maret 2026 untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran tahun ini. Meski demikian, penggunaan jalur tol yang masih dalam tahap pengerjaan itu tidak sepenuhnya gratis.
Pengendara tetap dikenakan tarif pada ruas tol yang telah berstatus operasional, khususnya pada jalur yang terintegrasi dengan Jalan Tol Balikpapan–Samarinda (Balsam). Direktur Utama PT Jasa Marga Balikpapan–Samarinda, Muhammad Taufik, menjelaskan kendaraan yang melintas dari kawasan Manggar menuju Jalan Tol IKN Seksi 3A di Kilometer 12 Balikpapan dikenakan tarif sebesar Rp16.000.
Menurutnya, tarif tersebut diberlakukan karena ruas itu merupakan bagian dari sistem Tol Balikpapan–Samarinda yang telah lebih dulu beroperasi. “Untuk dari Manggar ke arah tol dikenakan tarif karena masuk dalam sistem integrasi. Tetapi dari exit 3A menuju Karangjoang tarifnya masih nol rupiah,” ujar Taufik kepada gubukinspirasi.id, Jumat (13/3).
Kondisi Ruas Tol Masih Dalam Proses Pengerjaan
Kondisi ruas Jalan Tol Balikpapan–IKN memang belum sepenuhnya rampung. Proses pengerjaan masih berlangsung pada waktu-waktu tertentu. Kondisi jalan terlihat mulus dengan lapisan aspal hitam yang masih menimbulkan aroma khas. Di sisi kanan dan kiri ruas jalan juga masih terlihat sejumlah peralatan proyek, menandakan pekerjaan konstruksi masih berlangsung.
Selain itu, rambu-rambu lalu lintas juga belum sepenuhnya lengkap. Karena itu, jalur tol tersebut hanya difungsionalkan pada siang hari. Di sisi lain, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kalimantan Timur memprediksi sejumlah titik berpotensi menjadi bottleneck atau penyempitan arus kendaraan pada jalur tol fungsional menuju IKN.
Antisipasi Potensi Kemacetan
Direktur Lalu Lintas Polda Kaltim, Kombes Pol Yanuari Insan, mengatakan salah satu titik yang perlu diantisipasi berada di kawasan Simpang ITCI saat kendaraan keluar dari jalur tol. “Prediksi penyempitan terjadi saat keluar tol di Simpang ITCI, karena kondisi jalan di sana hanya cukup untuk dua kendaraan dengan dua arah,” ujarnya.
Selain itu, potensi kepadatan juga diperkirakan terjadi di wilayah Manggar, Balikpapan Timur, terutama di sekitar jembatan karena kondisi jalan yang relatif sempit. “Untuk wilayah Balikpapan, perlu diantisipasi penyempitan di sekitar Manggar. Jalannya cukup sempit, terutama di sekitar jembatan,” katanya.
Untuk mengantisipasi potensi kemacetan, Ditlantas Polda Kaltim telah menyiapkan pengaturan personel di sejumlah pintu masuk dan keluar tol. Yanuari menjelaskan, di pintu Tol IKN Seksi 3A2 akan ditempatkan satu tim Patroli Jalan Raya (PJR) yang terdiri dari empat personel. Sementara di pintu Tol Bandara VVIP akan ditempatkan dua personel dari Satuan Lalu Lintas Polres Penajam Paser Utara (PPU).
Adapun di pintu Tol ITCI juga akan disiagakan dua personel dari Satlantas Polres PPU untuk membantu pengaturan arus kendaraan. Menurutnya, penempatan personel tersebut dilakukan untuk memastikan arus lalu lintas tetap lancar serta mengantisipasi potensi kepadatan kendaraan, terutama saat mobilitas masyarakat meningkat menjelang Lebaran.
0 Komentar