Operasi Ketupat 2026: Penegakan Hukum Terhadap Kendaraan Over Dimensi
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menegaskan bahwa kendaraan logistik yang melanggar aturan terkait muatan berlebih atau over dimensi akan ditindak selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Penindakan ini dilakukan untuk menjaga keselamatan dan kelancaran arus mudik Lebaran.
Agus menyampaikan hasil pemantauan bersama Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Rivan Purwantono di Jasa Marga Traffic Management Center (JMTC) Jatiasih, Bekasi, Sabtu (14/3/2026). Hasil pemantauan tersebut masih menemukan sejumlah kendaraan over dimensi melintas di jalur mudik.
“Hasil monitoring Pak Menteri, Pak Dirut Jasa Marga, termasuk kami dari CCTV dengan teknologi, masih ada satu dua kendaraan yang over dimensi melintas,” kata Kakorlantas di Kantor JMTC.
Polri akan melakukan sosialisasi sekaligus penindakan terhadap kendaraan logistik yang melanggar ketentuan selama periode mudik. Agus mengingatkan pelaku usaha angkutan logistik untuk tidak mengoperasikan kendaraan over dimensi maupun kendaraan dengan tiga sumbu selama masa pengamanan arus mudik.
“Jadi kami imbau kepada pelaku usaha angkutan logistik agar kendaraan yang over dimensi atau sumbu tiga tidak beroperasi,” ujarnya.
Polri menyiapkan sejumlah langkah penegakan hukum terhadap kendaraan yang tetap melanggar aturan tersebut. Penindakan dilakukan sesuai ketentuan dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) pengaturan lalu lintas selama masa mudik.
“Perintah Pak Menteri tindak tegas. Kemungkinan bisa kami tilang, kemungkinan bisa kami keluarkan dari jalur, kemungkinan juga kami kandangkan. Alternatif-alternatif itu sudah kami siapkan,” kata Agus.

Sejumlah truk terjebak macet saat hendak menuju Pelabuhan Merak di jalan Cikuasa Atas, Kota Cilegon, Banten, Rabu (4/3/2026). - (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)
Pengawasan dilakukan di seluruh jalur utama mudik, termasuk jalan tol dan jalur arteri yang menghubungkan Jakarta dengan berbagai daerah di Pulau Jawa. Agus menambahkan Operasi Ketupat tidak hanya berfokus pada pengaturan lalu lintas kendaraan. Operasi tersebut juga mencakup pengamanan berbagai aktivitas masyarakat selama Ramadhan hingga Idul Fitri.
“Operasi Ketupat bukan hanya di bidang lalu lintas. Kami hadir untuk memastikan rangkaian kegiatan bulan suci Ramadhan hingga Idul Fitri, termasuk Hari Raya Nyepi, berlangsung aman dan kondusif,” ujarnya.
Polri juga menyiapkan skenario pengamanan untuk berbagai titik keramaian, termasuk tempat ibadah, kawasan wisata, pelabuhan, dan bandara. Setiap skenario mencakup kondisi normal hingga keadaan darurat.
“Rapat-rapat koordinasi sudah menskenariokan pengamanan itu, baik di jalan tol, jalan arteri, tempat ibadah, kawasan wisata, tempat penyeberangan, termasuk bandara dan pelabuhan,” kata Agus.
Dalam Operasi Ketupat tahun ini, Polri melibatkan ratusan ribu personel bersama berbagai pemangku kepentingan di seluruh Indonesia.
“Polri dan stakeholder hampir sekitar 180 ribu personel. Belum termasuk unsur stakeholder lainnya. Jadi cukup banyak karena ini operasi berskala nasional,” ujar Agus.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan kondisi arus kendaraan pada hari pertama pelaksanaan Operasi Ketupat masih relatif kondusif meski terjadi peningkatan volume lalu lintas.
“Malam ini saya bersama Kakorlantas dan Dirut PT Jasa Marga melihat situasi pada hari pertama sejak diberlakukannya Operasi Ketupat dan juga Posko Angkutan Lebaran. Sejauh ini masih sedikit di atas normal, tetapi relatif berjalan kondusif,” kata Dudy.
Direktur Utama PT Jasa Marga Rivan Purwantono melaporkan pergerakan kendaraan keluar Jakarta mulai meningkat pada hari pertama pengamatan. Arus kendaraan masih dapat dikendalikan tanpa rekayasa lalu lintas.
“Dalam satu hari ini, seperti yang disampaikan Pak Menhub, memang ada pertumbuhan sekitar 3,5 persen. Dari proyeksi Jasa Marga, jumlah kendaraan yang sudah keluar dari Jakarta mencapai sekitar 14 persen,” ujar Rivan.
Jasa Marga mencatat sekitar 285 ribu kendaraan telah meninggalkan Jakarta dari total proyeksi 3,5 juta kendaraan selama periode mudik. Pergerakan pemudik masih didominasi menuju jalur Tol Trans Jawa.
Persiapan Pengamanan di Pelabuhan Merak
Sementara itu, Irjen Pol Agus juga memastikan skenario penanganan arus mudik di Pelabuhan Merak telah sepenuhnya siap untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan selama periode Lebaran 2026. Pengaturan arus kendaraan disusun melalui beberapa tahapan guna menjaga kelancaran pergerakan pemudik menuju Pulau Sumatera.
Kakorlantas mendampingi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung kesiapan pelayanan arus mudik di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, pada hari pertama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, Jumat. Peninjauan dilakukan untuk melihat kesiapan petugas, fasilitas pelabuhan, serta mekanisme pengaturan kendaraan di kawasan penyeberangan.
“Kunjungan ke Merak, Bapak Kapolri dan para menteri meyakinkan semuanya telah dipersiapkan dengan baik. Kami menerima paparan dan melakukan pengecekan lapangan, termasuk memastikan mekanisme skenario kondisi normal, kuning, hingga merah sudah siap,” kata Agus saat ditemui di Kantor Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Jakarta.

Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho memimpin apel pagi di halaman NTMC Korlantas Polri, Jakarta, Senin (9/3/2026). - (gubukinspirasi.id/Prayogi)
Peninjauan lapangan dilakukan untuk memastikan setiap tahapan pengelolaan arus kendaraan di pelabuhan berjalan sesuai rencana. Aparat juga memeriksa kesiapan titik-titik penyangga kendaraan serta pola pengaturan lalu lintas menuju kawasan penyeberangan.
Korlantas Polri menyiapkan berbagai langkah antisipasi jika terjadi gangguan operasional di kawasan pelabuhan. Pengaturan tersebut mencakup skenario penanganan arus kendaraan hingga mekanisme pengendalian lalu lintas saat terjadi lonjakan volume kendaraan.
“Apabila terjadi cuaca ekstrem, kami sudah menyiapkan langkah-langkah yang diperlukan. Baik cara bertindak di lapangan, delay system, maupun penyiapan buffer zone sudah siap semuanya,” ujar Agus.
Ia juga memantau perkembangan arus kendaraan pada hari pertama pelaksanaan Operasi Ketupat. Pengawasan dilakukan di jalur tol maupun arteri untuk menjaga kelancaran pergerakan kendaraan selama periode mudik.
“Hari ini hari pertama, tentunya kondisi arus masih cukup terkendali. Ada penambahan arus, khususnya kendaraan berat karena SKB diberlakukan pada siang tadi pukul 12.00. Dan hari ini kita pantau terus agar flow lalu lintas di jalan arteri maupun tol berjalan lancar,” ucap Agus.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan hasil paparan dari PT ASDP Indonesia Ferry serta jajaran Polda Banten dan Polda Lampung menunjukkan adanya sejumlah inovasi untuk mengurai potensi antrean kendaraan di kawasan penyeberangan.
Beberapa langkah yang disiapkan antara lain penambahan buffer zone serta pemanfaatan pelabuhan alternatif guna mengurangi kepadatan kendaraan menuju Merak. Pengelolaan arus kendaraan juga didukung command center yang memantau kondisi lapangan secara real time.
0 Komentar