Jika Ingin Tenang dan Kurangi Stres Saat Tua, Tinggalkan 5 Kebiasaan Ini

Featured Image

Lima Kebiasaan yang Harus Ditinggalkan untuk Mendapatkan Kedamaian di Usia Lanjut

Di usia 40-an, saya menganggap stres sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Namun, saat memasuki usia 50-an, saya mulai meragukan pendapat itu. Sekarang, di usia 60-an, saya menyadari bahwa jika sesuatu mengorbankan kedamaian Anda, mungkin itu tidak layak dipertahankan. Berikut adalah beberapa kebiasaan yang perlu ditinggalkan agar hidup lebih tenang dan bebas dari stres.

1. Mencoba Memenangkan Setiap Argumen

Dulu, saya selalu ingin menang dalam setiap perdebatan, baik itu tentang politik, olahraga, atau bahkan suhu termostat. Tapi kini, saya lebih memilih untuk mendengarkan tanpa memperdebatkan. Saya lebih sering mengangguk, mengangkat bahu, atau tersenyum. Ada ketenangan yang datang ketika menyadari bahwa tidak semua hal perlu dibuktikan. Terutama jika hanya untuk menjadi benar.

2. Mengatakan "Ya" pada Hal-Hal yang Menguras Tenaga

Saat usia bertambah, kita mulai menyadari bahwa waktu dan energi sangat berharga. Entah itu acara sosial yang membuat kita takut, kewajiban yang menyebabkan rasa bersalah, atau bantuan yang justru membuat kita kesal, salah satu langkah terbaik yang bisa dilakukan adalah dengan mengatakan "tidak". Tidak perlu penjelasan panjang atau permintaan maaf. Cukup katakan "Saya tidak bisa hadir" atau "Itu tidak akan berhasil untuk saya saat ini."

Dulu, saya sering mengatakan ya karena takut mengecewakan orang lain. Namun, hal itu hanya membuat saya semakin lelah. Sekarang, saya lebih percaya diri untuk menolak dan hidup saya jauh lebih baik.

3. Memendam Dendam Lama

Saya pernah menyimpan dendam selama hampir sepuluh tahun. Hanya setelah melepaskannya, saya sadar betapa banyak ruang yang diambil oleh emosi negatif tersebut. Pemaafan bukan berarti melupakan apa yang telah terjadi atau menjadi sahabat lagi. Ini adalah cara untuk mengembalikan kedamaian diri sendiri. Kadang, kita tidak bisa meminta pengampunan dari orang lain, tetapi kita bisa memberikannya kepada diri sendiri.

4. Multitasking Segalanya

Pernah ada masa ketika saya bangga bisa melakukan lima hal sekaligus: mengirim email, memasak makan malam, menonton berita, dan mengirim pesan. Kini, saya lebih fokus pada satu hal saja. Dan anehnya, saya justru bisa menyelesaikan lebih banyak pekerjaan sambil merasa lebih baik. Membuat kopi? Hanya fokus pada itu. Berbicara dengan seseorang? Dengarkan secara penuh. Multitasking mungkin tampak efisien, tetapi kedamaian justru datang dari fokus pada satu hal.

5. Mengkhawatirkan Hal-Hal yang Tidak Bisa Dikendalikan

Melepaskan kendali bukanlah hal yang sekali dilakukan, tetapi merupakan praktik harian. Saya pernah menghabiskan waktu lama dengan khawatir tentang cuaca, pendapat orang lain, atau apakah restoran favorit saya masih buka. Apakah itu membantu? Tidak sama sekali. Jika tidak bisa mengubah apa pun, biarkan saja. Anda berhak menghabiskan energi untuk hal-hal yang benar-benar penting, bukan untuk sesuatu yang berada di luar kendali Anda.

Dengan meninggalkan kebiasaan-kebiasaan ini, hidup bisa menjadi lebih tenang dan penuh makna. Jangan biarkan hal-hal kecil mengganggu kedamaian Anda. Mulailah dengan mengubah pikiran dan tindakan sehari-hari.

0 Komentar