
Tips Menjaga Daya Tahan Tubuh Saat Musim Pancaroba
Musim pancaroba atau yang dikenal sebagai kemarau basah sering kali membawa perubahan cuaca yang tidak menentu. Perubahan ini dapat memengaruhi kesehatan masyarakat, terutama daya tahan tubuh yang cenderung melemah. Dalam situasi seperti ini, menjaga pola hidup sehat menjadi sangat penting agar bisa menghindari berbagai penyakit yang muncul akibat kondisi cuaca ekstrem.
Pola Makan Sehat dan Bergizi Lengkap
Salah satu hal utama yang harus diperhatikan adalah pola makan. Dr. Santi, seorang ahli manajemen kesehatan, menekankan bahwa konsumsi vitamin C saja tidak cukup untuk meningkatkan imunitas. Ia menyarankan untuk mengonsumsi makanan yang kaya akan nutrisi dan seimbang.
Makanan dengan variasi warna alami seperti tomat, wortel, bayam, terong, pisang, dan semangka memiliki kandungan fitonutrien, vitamin, mineral, serta antioksidan yang berbeda-beda. Selain itu, kebutuhan serat, protein, lemak baik, dan probiotik juga harus dipenuhi. Minum air secukupnya juga sangat penting karena membantu tubuh dalam menjaga daya tahan tubuh.
Di sisi lain, ia mengingatkan untuk menghindari makanan tinggi gula, garam, dan lemak jahat seperti gorengan. Kebiasaan ini dapat menurunkan kemampuan tubuh melawan infeksi dan menyebabkan reaksi peradangan.
Olahraga Rutin
Selain pola makan, olahraga rutin juga menjadi faktor penting dalam menjaga daya tahan tubuh. Dr. Santi merekomendasikan olahraga minimal 150 menit setiap minggu dengan intensitas sedang. Jika belum terbiasa, mulailah secara bertahap baik dari segi waktu maupun intensitas.
Memilih jenis olahraga yang disukai dapat membuat aktivitas ini lebih konsisten. Contohnya, berolahraga sambil mendengarkan musik, melakukan bersama teman, atau mencoba aktivitas baru agar tetap semangat.
Tidur Cukup dan Mengelola Stres
Tidur cukup tidak kalah pentingnya dengan pola makan dan olahraga. Umumnya, orang dewasa membutuhkan tidur antara 7 hingga 9 jam per malam. Tidur yang cukup akan membuat seseorang merasa segar dan bersemangat tanpa perlu bantuan kopi atau minuman berenergi.
Untuk meningkatkan kualitas tidur, disarankan mematikan lampu sebelum tidur, menghindari penggunaan gawai satu jam sebelum tidur, serta menciptakan suasana kamar yang nyaman dan tenang. Selain itu, mengelola stres juga penting karena stres berkepanjangan dapat meningkatkan produksi hormon adrenalin dan kortisol yang berdampak negatif pada daya tahan tubuh.
Kebersihan Diri dan Lingkungan
Menjaga kebersihan diri dan lingkungan menjadi kunci utama dalam menghadapi kemarau basah. Cuaca yang lembab dan genangan air meningkatkan risiko penyebaran penyakit yang ditularkan oleh nyamuk, seperti demam berdarah, atau penyakit akibat virus dan bakteri.
Genangan air yang tercemar oleh kotoran dan urine tikus bisa menjadi media penular penyakit seperti leptospirosis, Hantavirus, dan Salmonella. Oleh karena itu, kebiasaan seperti mencuci tangan secara teratur, mandi rutin, serta menjaga kebersihan makanan sangat penting untuk mencegah penularan penyakit.
Kesimpulan
Musim kemarau basah bukan hanya tentang perubahan cuaca yang tidak menentu, tetapi juga tantangan dalam menjaga kesehatan diri dan keluarga. Dengan menerapkan pola hidup sehat, masyarakat dapat menghadapi musim pancaroba dengan lebih siap dan menghindari berbagai penyakit yang muncul akibat kondisi cuaca ekstrem.
0 Komentar