
Antusiasme dan Kesiapan Siswa di Hari Pertama Sekolah
Hari pertama siswa kembali ke sekolah pada Senin (14/7) menjadi momen yang penuh semangat. Dari antusiasme peserta didik hingga tindakan orang tua, banyak peristiwa menarik terjadi. Berikut rangkuman berbagai momen yang terjadi.
Harapan Orang Tua untuk Anak-anak
Di SDN 07 Pondok Bambu, Jakarta Timur, suasana ramai dan penuh kegembiraan menghiasi hari pertama belajar-mengajar. Anak-anak bertemu dengan teman-temannya, sementara orang tua kembali disibukkan dengan mengantar anak-anak ke sekolah.
Pada pukul 06.05 WIB, sudah ada orang tua yang tiba di sekolah. Salah satunya adalah Sela, yang antusias mengantar putrinya, Alodia, yang duduk di bangku paling depan kelas. Ia mengatakan bahwa Alodia selalu datang pagi-pagi. Meski tidak masalah tempat duduknya, Sela hanya ingin pastikan anaknya bisa fokus belajar dan meningkatkan prestasinya.
Selain Sela, Yuni juga mengantarkan anak lelakinya, Fathoni, ke ruangan kelas. Ia ingin memastikan anaknya sampai dengan selamat. Karena Fathoni naik angkot, ia khawatir akan macet di jalan. Ia mengatakan, ini pertama kalinya Fathoni naik kelas 5 SD, sehingga ia merasa perlu memastikan keberangkatannya.
Kegiatan Siswa di Sekolah Rakyat 9 Bandung
Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 9 Kota Bandung juga memulai masa ajar baru pada Senin (14/9). Sebanyak 50 siswa tingkat SMP mengikuti pembelajaran di sekolah ini. Sebelum proses belajar dimulai, para siswa diwajibkan menjalani pemeriksaan kesehatan, termasuk pengukuran tinggi badan, berat badan, dan gula darah. Selain itu, mereka juga mengikuti tes kebugaran untuk memastikan kondisi jasmani mereka dalam keadaan baik.
Kepala Sekolah SRMP 9 Kota Bandung, Setia Nugraha, menyampaikan bahwa semua siswa dalam kondisi sehat. Mereka akan tinggal di asrama dan diajarkan hidup mandiri, mulai dari bangun pagi, berolahraga, hingga pembekalan materi karakter. Di asrama, setiap kamar dilengkapi dengan dua hingga empat ranjang, meja belajar, dan lemari pakaian.
Di depan asrama, terdapat aturan seperti harus bangun 30 menit sebelum azan subuh, membersihkan kamar sesuai jadwal piket, batas waktu istirahat pukul 21.00 WIB, serta dilarang membawa barang elektronik seperti handphone dan laptop.
Wakil Wali Kota Serang Mengaku Kesalahan
Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia juga mengantar anaknya ke sekolah menggunakan sepeda motor. Namun, ia lupa memberikan helm kepada kedua anaknya. Setelah sadar kesalahan, ia langsung memberikan klarifikasi dan meminta maaf atas pelanggaran tersebut.
Menurutnya, ia sedang terburu-buru karena ada agenda kegiatan di jam 06.30 WIB. Ia meminta polisi agar menilang dirinya dan berjanji tidak mengulangi kesalahan tersebut.
Siswa Terlambat di Hari Pertama Sekolah
Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberlakukan jam efektif masuk sekolah pada pukul 06.30 WIB untuk SMA tahun ajaran baru 2025-2026. Di SMAN 9 Bandung, beberapa siswa masih datang terlambat meskipun gerbang sekolah sudah ditutup oleh petugas keamanan.
Potret Sekolah Rakyat di Bogor
Di Sekolah Rakyat Menengah Pertama 10, Kabupaten Bogor, para siswa melakukan pengecekan kesehatan terlebih dahulu sebelum memulai aktivitas belajar-mengajar. Mereka juga antre untuk mengambil nomor kamar. Pada hari pertama ini, hadir secara langsung Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI Muhaimin Iskandar dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf.
Ucapan Terima Kasih dari Menteri Pendidikan
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan terima kasih kepada para orang tua yang telah mengantarkan anak-anaknya ke sekolah. Menurutnya, kehadiran orang tua sangat penting dalam menumbuhkan semangat dan kepercayaan diri siswa.
Ia menegaskan bahwa kehadiran orang tua memiliki makna emosional yang besar, terutama bagi siswa yang baru lulus dari jenjang pendidikan sebelumnya. Ia berharap orang tua terus memberikan dukungan agar siswa lebih percaya diri dan siap menghadapi jenjang pendidikan yang baru.
0 Komentar