Jadwal Imsak dan Puasa Ramadan 18 Februari 2026: Kendari, Konawe, Kolaka, Muna, Baubau

Jadwal Imsak dan Puasa Ramadan 18 Februari 2026: Kendari, Konawe, Kolaka, Muna, Baubau

Jadwal Imsak dan Buka Puasa Hari Pertama Ramadan 2026 di Sulawesi Tenggara

Ramadan 1447 H diperkirakan akan dimulai pada tanggal 18 Februari 2026, sesuai dengan perhitungan hisab hakiki yang dilakukan oleh organisasi Islam seperti Muhammadiyah. Pada hari pertama Ramadan tersebut, masyarakat di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) akan melaksanakan ibadah puasa dengan mengikuti jadwal imsak dan buka puasa yang telah ditentukan.

Berikut adalah jadwal imsak dan buka puasa untuk beberapa kota dan kabupaten di Sultra:

Kota Kendari

  • Imsak: 04.31
  • Subuh: 04.41
  • Terbit: 05.54
  • Duha: 06.21
  • Zuhur: 12.07
  • Asar: 15.20
  • Magrib: 18.13
  • Isya: 19.23

Kabupaten Konawe

  • Imsak: 04.33
  • Subuh: 04.43
  • Terbit: 05.56
  • Duha: 06.23
  • Zuhur: 12.09
  • Asar: 15.22
  • Magrib: 18.15
  • Isya: 19.25

Kabupaten Kolaka

  • Imsak: 04.35
  • Subuh: 04.45
  • Terbit: 05.58
  • Duha: 06.25
  • Zuhur: 12.11
  • Asar: 15.24
  • Magrib: 18.17
  • Isya: 19.27

Kabupaten Muna

  • Imsak: 04.29
  • Subuh: 04.39
  • Terbit: 05.52
  • Duha: 06.20
  • Zuhur: 12.06
  • Asar: 15.18
  • Magrib: 18.13
  • Isya: 19.23

Kota Baubau

  • Imsak: 04.29
  • Subuh: 04.39
  • Terbit: 05.52
  • Duha: 06.20
  • Zuhur: 12.07
  • Asar: 15.18
  • Magrib: 18.14
  • Isya: 19.24

Perhitungan Hilal dan Kriteria Rukyatul Hilal

Perhitungan hilal menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan awal bulan Ramadan. Metode rukyatul hilal digunakan oleh Kementerian Agama (Kemenag) dan Nahdlatul Ulama (NU). Dalam metode ini, pengamatan hilal dilakukan di berbagai lokasi yang telah ditentukan. Jika hilal teramati sesuai dengan kriteria imkanur rukyat MABIMS, maka 1 Ramadan akan jatuh keesokan harinya.

Data Falakiyah menunjukkan bahwa hilal 29 Sya'ban 1447 H, yang bertepatan dengan Selasa Kliwon, 17 Februari 2026 M, masih di bawah ufuk. Tinggi hilal terbesar tercatat di Kota Sabang, Provinsi Aceh, yaitu -1 derajat 41 menit, sedangkan tinggi hilal terkecil terjadi di Jayapura, Provinsi Papua, yaitu -3 derajat 12 menit.

Penghitungan metode falak (hisab) tahqiqi tadqiki ashri kontemporer khas Nahdlatul Ulama juga memberikan informasi tentang konjungsi matahari dan bulan. Konjungsi akan terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 M, pukul 19:02:02 WIB.

Data BMKG dan Perhitungan Awal Bulan Ramadan

BMKG merilis data perhitungan hilal 1 Ramadhan 1447 H dalam Informasi Prakiraan Hilal. Konjungsi matahari dan bulan terjadi setelah matahari terbenam pada 17 Februari 2026 di seluruh wilayah Indonesia. Ketinggian hilal saat matahari terbenam pada 17 Februari 2026 berkisar antara -2.41 derajat di Jayapura hingga -0.93 derajat di Tua Pejat, Sumatra Barat.

Sementara itu, ketinggian hilal di Indonesia saat matahari terbenam pada 18 Februari 2026 berkisar antara 7.62 derajat di Merauke hingga 10.03 derajat di Sabang, Aceh. Elongasi geosentris juga mencerminkan potensi besar bulan Ramadhan digenapkan (istikmal) 30 hari, karena belum memenuhi kriteria imkanur rukyah.

Potensi Tanggal 1 Ramadan 1447 H

Berdasarkan perhitungan tersebut, kemungkinan besar 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis Pahing, 19 Februari 2026. Namun, kepastian akan diumumkan setelah laporan rukyat dikaji oleh Lembaga Falakiyah NU.

Dengan adanya jadwal imsak dan buka puasa yang telah disusun, masyarakat di Sulawesi Tenggara dapat mempersiapkan diri untuk menyambut bulan suci Ramadan dengan lancar dan penuh keimanan.

0 Komentar