Kiprah Ahmad Habibie, Kiper Terbaik Piala Asia Futsal AFC 2026
Ahmad Habibie, kiper Timnas Futsal Indonesia, menjadi sorotan setelah dinobatkan sebagai kiper terbaik di Piala Asia Futsal AFC 2026. Perjalanan pria kelahiran Bekasi, Jawa Barat pada 21 Juni 2000 ini tidak mudah. Dari awalnya hanya bermain futsal sebagai hobi, ia kini menjadi salah satu pemain paling berpengaruh dalam dunia futsal nasional.
Awal Mula dan Perjalanan Karier
Habibie mengenal dunia futsal ketika duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Saat itu, ia hanya bermain sepak bola untuk mengisi waktu luang. Namun, kesukaannya pada olahraga ini mulai serius ketika memasuki masa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Di masa itulah, nama Ahmad Alfyanto atau yang akrab disapa Bang Peking menjadi orang paling berpengaruh dalam perjalanan awal karier Habibie di dunia futsal.
"Awalnya cuma main-main saja, di SMK kebetulan banyak teman yang suka futsal, dari situ Bang Peking yang mendorong saya buat ikut latihan dan masuk klub," kata Habibie.
Dorongan dari Bang Peking yang menjadi seniornya di sekolah menjadi titik balik Habibie. Ia pun rutin berlatih dan mengikuti beragam kegiatan futsal di luar sekolah.
Setahun Tanpa Pekerjaan
Setelah lulus dari SMK Permata Bangsa, Habibie sempat berada dalam kondisi tidak memiliki pekerjaan tetap selama kurang lebih satu tahun. Namun masa tersebut dimanfaatkan dengan terus bermain futsal dari satu turnamen ke turnamen lain, termasuk pertandingan antarkampung atau tarkam.
"Sempat setahun enggak kerja setelah lulus SMK, isinya keliling ikut tarkam dan panggilan main, alhamdulillah dari situ hasilnya lumayan dan akhirnya lanjut di futsal," katanya.
Seiring berproses, kesempatan Habibie mulai terbuka, dari kompetisi lokal hingga mendapat peluang bergabung dengan tim profesional di Liga Pro Futsal.

Candaan di Kampung
Ayah anak satu itu memutuskan menjadi kiper dari hal sederhana. Saat kecil, ia kerap diminta mengisi posisi penjaga gawang karena almarhum ayahnya dikenal piawai bermain sepak bola di posisi yang serupa. Hanya saja, ayahnya meninggal saat Habibie masih kecil sehingga ia tidak pernah mendapatkan latihan atau didikan secara langsung.
Namun lingkungan membuatnya terdorong mencoba posisi kiper. "Dulu sering dibilang, 'Bapak lu jago, lu jadi kiper aja', awalnya cuma candaan di kampung, tapi akhirnya saya tekuni," ucap Habibie.
Sejak saat itu, Habibie memutuskan posisi kiper menjadi peran yang terus ia jalani hingga sekarang.
Seleksi Timnas U-20
Langkah menuju level nasional dimulai ketika Habibie mengikuti seleksi Timnas Futsal Indonesia U-20 pada 2017. Ia kemudian terlibat dalam ajang internasional tingkat Asia pada periode 2018–2019. Sebelumnya, Habibie meniti jenjang dari kompetisi daerah, mulai Pekan Olahraga Daerah (Porda) Kota Bekasi hingga tampil di Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2022.
Rangkaian pengalaman tersebut menjadi capaian proses sebelum akhirnya Habibie menembus level profesional dan bergabung dengan Timnas Futsal senior.
Di balik pencapaiannya, Habibie justru mengaku pernah melalui masa-masa sulit. Ia pernah di posisi rutin berlatih setiap hari tanpa memiliki pemasukan tetap. Pendapatan hanya diperoleh jika tim yang dibelanya berhasil menjadi juara turnamen tarkam. Bahkan, uang yang didapat kerap habis untuk kebutuhan transportasi.
"Orang lihat enaknya sekarang, tapi dulu latihan tiap hari, enggak ada gaji, kalau juara baru dapat uang, itu pun cuma cukup buat bensin," katanya.
Meski begitu, semangat Habibie tidak pernah surut hingga tetap konsisten berlatih dan berpindah dari satu panggilan pertandingan ke pertandingan lain.

Nyaris Jadi Karyawan
Habibie juga sempat tidak pernah membayangkan akan menjadi pemain futsal profesional. Sebelum serius menekuni futsal, Habibie justru berpikir masa depannya hanya menjadi karyawan biasa. Namun perjalanan yang awalnya sekadar hobi perlahan berubah menjadi profesi yang memberinya penghasilan dan mampu menopang kehidupan keluarganya.
Saat ini Habibie tercatat menjadi kiper terbaik di ajang Piala Asia Futsal atau Asian Football Confederation (AFC) 2026 yang diakuinya sebagai sesuatu capaian di luar dugaan.
0 Komentar