Fajar Sadboy Kembali ke Suwawa, Pilih Motor Sendiri dari Bandara

Fajar Sadboy Tiba di Gorontalo untuk Mudik

Fajar Labatjo, atau yang lebih dikenal sebagai Fajar Sadboy, tiba di Bandara Djalaluddin Gorontalo pada hari Sabtu (14/3/2026) pukul 07.58 Wita. Ia kembali ke desa asalnya, Desa Bubeya, Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, untuk mudik selama dua minggu. Saat keluar dari gerbang kedatangan (arrival gate), ia disambut oleh sejumlah warga setempat dengan hangat.

Fajar mengenakan jaket biru dan celana jeans saat tiba di bandara. Ia mengungkapkan rasa senangnya dapat kembali ke tanah kelahirannya. "Mudah-mudahan dua minggu di sini, Om," ujarnya kepada gubukinspirasi.id. Ia menjelaskan bahwa agenda utamanya selama di Gorontalo adalah bertemu keluarga dan teman-teman serta kerabat.

Sebagai remaja kelahiran 31 Mei 2007, Fajar mengaku sedang tidak terlibat dalam proyek film baru. Ia memilih untuk menepi sejenak dari kesibukan di Jakarta demi menikmati liburan di daerah asalnya. Setelah meladeni ajakan swafoto dari warga, Fajar meninggalkan bandara menuju rumah keluarganya di Suwawa.

Ia mengendarai sepeda motor Scoopy sendirian, sementara kerabatnya menyusul di belakang. Jarak antara bandara ke Desa Bubeya sekitar 44,4 km. Perjalanan ini biasanya memakan waktu sekitar 59 menit dengan mobil atau sepeda motor, tergantung pada kondisi lalu lintas dan kecepatan kendaraan.

Tokoh Nasional Fadel Muhammad Juga Tiba di Bandara

Selain Fajar Sadboy, tokoh nasional Fadel Muhammad juga terpantau tiba di Bandara Djalaluddin Gorontalo. Ia tiba menggunakan pesawat yang sama dengan Fajar. Gubernur definitif pertama Gorontalo itu bersalaman dengan beberapa warga yang berdiri di area penjemputan.

Aktivitas di Bandara Djalaluddin, Dunggala, Tibawa, Gorontalo tampak ramai sejak pagi hari. Banyak warga menanti keluarga dan kerabat mereka yang menumpangi pesawat Batik Air. Maskapai penerbangan swasta Indonesia ini beroperasi sejak 2013 dan merupakan bagian dari Lion Air Group.

Pesawat Batik Air lepas landas (take off) dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta sekira pukul 03.55 WIB dan mendarat di Gorontalo pukul 08.00 Wita. Ekspresi bahagia terlihat jelas di wajah para penumpang setelah akhirnya bertemu dengan keluarga mereka.

Salah satu penumpang, Syarip Lambaga, mengatakan bahwa ia berniat menghadiri wisuda anaknya di Kota Gorontalo. "Saya rencananya balik (ke Jakarta) hari Senin," katanya. Selain penumpang, para penjemput juga tak kalah sibuk. Ada yang fokus mengoperasikan gawai (handphone), ada pula yang asyik bercengkerama satu sama lain sembari melirik ke arah gerbang kedatangan.

Ismet Dunggio, warga Kelurahan Heledulaa Utara, Kota Gorontalo, tak sabar bertemu anaknya. "Saya lagi menunggu anak, dia sekolah di Jakarta," ujarnya. Hari raya Idulfitri menjadi momen kebersamaan Ismet bersama anak-anaknya yang kini menjalani kehidupan di tanah rantau.

Euforia mudik mulai terasa di Bandara Djalaluddin Gorontalo. Namun, puncak mudik tahun ini diprediksi terjadi pada 18 Maret 2026.

0 Komentar