Kisah Charles Osborne, Pria AS yang Cegukan 68 Tahun

Featured Image

Kehidupan yang Penuh Cegukan

Cegukan sering dianggap sebagai gangguan kecil yang tidak memengaruhi kehidupan sehari-hari. Namun, bagi Charles Osborne, cegukan bukanlah hal biasa. Ia mengalami cegukan hampir tanpa henti selama 68 tahun, menjadikannya salah satu kasus paling langka dalam sejarah medis.

Charles Osborne lahir pada tahun 1894 dan meninggal pada tahun 1991. Ia tinggal di Anthon, Iowa, Amerika Serikat. Awal mula cegukannya terjadi pada tahun 1922 saat ia mencoba menimbang seekor babi sebelum proses penyembelihan. Dari sana, cegukan itu terus berlangsung tanpa henti hingga akhir hayatnya.

Kasus ini bahkan pernah tercatat dalam Guinness World Records karena durasi cegukan yang sangat lama. Meskipun Osborne mencoba berbagai cara untuk menghentikan cegukannya, tidak ada pengobatan yang berhasil memberikan hasil permanen.

Perjalanan Medis yang Panjang

Selama bertahun-tahun, Osborne berkonsultasi dengan banyak dokter. Salah satu metode yang digunakan adalah kombinasi karbon monoksida dan oksigen oleh Mayo Clinic. Meski berhasil menghentikan cegukan secara singkat, metode ini dinilai terlalu berisiko untuk digunakan jangka panjang.

Banyak teori muncul tentang penyebab cegukan Osborne. Beberapa ahli menyatakan bahwa cedera otak atau kerusakan pada batang otak mungkin menjadi penyebab utamanya. Cedera tersebut diduga merusak bagian otak yang mengatur refleks cegukan.

Dr. Ali Seifi dari University of Texas Health Science Center mengemukakan kemungkinan cedera pada diafragma akibat patah tulang rusuk. Sementara itu, neurolog Diana Greene-Chandos mengungkapkan dugaan bahwa Osborne mengalami stroke ringan yang memicu cegukan tanpa henti.

Kehidupan yang Tidak Terpengaruh

Meski mengalami cegukan selama puluhan tahun, Osborne tetap menjalani hidup dengan penuh keteguhan. Ia menikah dua kali dan memiliki delapan anak. Ia juga dikenal sebagai sosok yang ramah dan suka bercanda, jarang mengeluhkan kondisinya.

Menurut teman masa kecilnya, Kevern Koskovich, Osborne memiliki kebiasaan menarik napas pendek tiga atau empat kali per menit. Meski tidak bersuara, gerakan dadanya membuat orang bisa menyadarinya.

Osborne mengalami cegukan sekitar 20 hingga 40 kali per menit. Jumlah total cegukan dalam hidupnya diperkirakan melebihi 430 juta. Ini menjadikannya salah satu kasus paling aneh dalam dunia kedokteran.

Akhir dari Cegukan

Pada bulan Februari 1990, cegukan Osborne berhenti secara tiba-tiba. Hal ini terjadi hanya setahun sebelum ia meninggal dunia di usia 97 tahun. Penyebab pasti dari berhentinya cegukan ini masih menjadi misteri.

Meski tidak pernah menemukan penawar bagi kondisi langkanya, kisah hidup Osborne menjadi inspirasi bagi banyak orang. Ia menunjukkan bahwa meski menghadapi tantangan besar, seseorang tetap bisa menjalani hidup dengan penuh semangat dan optimisme.

Kecenderungan Medis yang Langka

Cegukan kronis seperti yang dialami Osborne sangat jarang terjadi. Menurut WebMD, hanya sekitar 1 dari 100.000 orang yang mengalaminya. Biasanya, kondisi ini terkait dengan gangguan saraf, kerusakan sistem saraf pusat, atau penyakit serius seperti kanker atau diabetes.

Penderita cegukan kronis sering mengalami kelelahan ekstrem, gangguan tidur, dan penurunan berat badan. Namun, Osborne tetap menjalani hidupnya dengan tenang dan penuh rasa percaya diri.

Kisah Charles Osborne mengajarkan kita bahwa kehidupan tidak selalu mudah, namun dengan keteguhan dan semangat, kita dapat menghadapi segala tantangan.

0 Komentar