
Indonesia Berpartisipasi dalam Perayaan Bastille Day
Indonesia menjadi salah satu negara yang turut meramaikan perayaan Bastille Day di Prancis. Perayaan ini dirayakan setiap tanggal 14 Juli dan merupakan hari nasional Prancis yang memperingati kejatuhan Bastille pada tahun 1789.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, diundang sebagai tamu istimewa oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron. Dalam acara tersebut, Prabowo tampil dengan pakaian jas abu-abu, kopiah hitam, dan kacamata hitam. Di sisinya, terlihat adik kandungnya, Hashim Djojohadikusumo, serta putranya, Didit Hediprasetyo, yang juga hadir untuk menemani sang ayah.
Parade TNI Meriahkan Acara
Dalam perayaan Bastille Day tahun ini, kontingen Indonesia mengirimkan 504 personel TNI untuk ikut serta dalam parade. Mereka membuka parade dengan tampilan marching band yang memainkan lagu Maju Tak Gentar. Para prajurit TNI berjalan menyusuri Avenues des Champs-Elysees, sambil membawa bendera Indonesia dan Prancis.
Pasukan TNI terdiri dari taruna akademi dari tiga matra dan Kontingen Satgas Patriot II. Dalam barisan marching band, beberapa prajurit mengenakan head gear berbentuk macan tutul hingga elang, yang melambangkan masing-masing matra. Saat parade berlangsung, alunan lagu nasional Maju Tak Gentar terdengar di jalanan Paris. Prabowo memberi hormat ketika pasukan Indonesia melintas di hadapannya, sementara Macron juga memberikan tepuk tangan.
Tari Pacu Jalur Menginspirasi
Sebelum hari H Bastille Day, semangat dan tawa muncul saat tentara Prancis melakukan latihan parade. Salah satu hal yang mencuri perhatian adalah tarian Pacu Jalur yang viral di seluruh dunia. Tari ini dikenal dengan sebutan "Aura Farming" di media sosial, yang merujuk pada sosok utama yang membuat tarian ini viral.
Di Champs-Élysées, Paris, tari Pacu Jalur dibawakan oleh Letkol Inf Eka Wira Dharmawan, yang dikenal sebagai King Sparko. Melalui video yang dibagikan oleh Satgas Patriot II, ia memimpin prajurit TNI dan tentara Prancis menari Pacu Jalur. Tarian ini dibawakan dengan energik dan penuh percaya diri, sehingga mendapat perhatian dan dukungan dari para personel militer yang hadir.
Bahkan, sejumlah tentara Prancis yang awalnya hanya menonton, akhirnya ikut larut dan menirukan tarian tersebut. Sesi latihan ini berubah menjadi panggung budaya yang memperkuat persahabatan antara Indonesia dan Prancis.
Diplomasi Budaya yang Menyentuh Hati
Tari Pacu Jalur yang kini mendunia bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi wujud nyata dari diplomasi budaya. Komandan Kontingen TNI, Brigjen TNI Ferry Irawan, menyatakan bahwa momen ini menunjukkan kekuatan budaya Indonesia yang mampu menyentuh hati secara global.
Spontanitas dari King Sparko dan prajurit TNI menciptakan suasana hangat antara TNI dan tentara Prancis menjelang perayaan Bastille Day. Partisipasi aktif tentara Prancis dalam tari Pacu Jalur menunjukkan kehangatan hubungan antar prajurit kedua negara, serta pengalaman unik bagi semua yang hadir.
Momentum Penting dalam Hubungan Bilateral
Perayaan Bastille Day tahun ini juga menjadi momen penting karena memperingati 100 tahun penyalaan api abadi La Flamme dan simbol Bleuet de France sebagai bentuk penghormatan terhadap para pahlawan dan korban perang.
Partisipasi Indonesia dalam acara ini mencerminkan eratnya hubungan bilateral antara Republik Indonesia dan Prancis. Selain itu, ini juga menjadi wujud dari diplomasi pertahanan yang menjunjung perdamaian dan kolaborasi global.
0 Komentar