Ibu-ibu Bekasi Cari Cuan Rp15 Juta/Bulan dari Kerajinan Tangan

Featured Image

Komunitas Kriya Kabupaten Bekasi: Mengisi Waktu Luang dengan Bisnis Kerajinan Tangan

Komunitas Kriya di Kabupaten Bekasi menjadi contoh nyata bagaimana kegiatan sambilan bisa berubah menjadi penghasilan tambahan yang signifikan. Para anggota komunitas ini, terutama ibu-ibu rumah tangga, menggabungkan hobi dan keterampilan untuk menciptakan produk kerajinan tangan yang bernilai ekonomi tinggi.

Awal Mula dan Perkembangan

Sesilia, salah satu perwakilan dari Komunitas Kriya, mengaku memulai usaha ini sejak tahun 2017. Awalnya, ia hanya membuat pernak-pernik dari bahan kawat tembaga atau yang dikenal sebagai wired. Produk-produk ini kemudian disulap menjadi bros, anting, gantungan kunci, dan aksesori lainnya.

“Awalnya hanya untuk digunakan sendiri, tapi lama-lama banyak orang tertarik dan memesan,” kata Sesilia. Dengan perkembangan media sosial, pesanan pun semakin meningkat. Hanya dalam waktu setahun, ia mampu menambahkan empat karyawan yang juga merupakan ibu-ibu sekitar.

Pendapatan dan Kinerja

Dari usaha ini, Sesilia mengaku meraup pendapatan hingga Rp 15-17 juta per bulan. Meski tidak sebesar sebelum pandemi, kini pendapatannya kembali stabil. Setelah perekonomian membaik, jumlah pesanan mulai meningkat lagi. Ia kini hanya memiliki dua karyawan, yaitu dirinya sendiri dan seorang karyawan lainnya.

“Meskipun kadang merasa kewalahan, kami tetap berusaha menjalankannya,” ujarnya.

Tantangan Selama Pandemi

Pandemi Covid-19 sempat memberi dampak negatif pada bisnis Sesilia. Karena aksesori bukan kebutuhan pokok, penjualan turun drastis. Ia terpaksa menghentikan semua karyawan. Meski begitu, ia masih mampu mendapatkan penghasilan sekitar satu juta rupiah selama masa pandemi.

Manfaat dan Peluang

Sesilia menyampaikan bahwa bisnis kerajinan tangan sangat cocok bagi para ibu rumah tangga yang ingin mengisi waktu luang. Setelah pekerjaan rumah tangga selesai, mereka bisa memanfaatkan waktu tersebut untuk belajar dan berkarya.

“Banyak ibu-ibu yang bingung mau apa setelah rumah bersih. Mereka bisa memilih bidang kriya sebagai solusi,” katanya.

Terus Belajar dan Berkembang

Meski sudah memiliki pesanan tetap, Sesilia tetap aktif belajar. Ia mengaku bahwa model aksesori terus berkembang, sehingga perlu terus update. “Belajar mudah, cukup melalui media sosial atau bergabung dengan komunitas kriya,” ujarnya.

Tri, anggota lain dari komunitas ini, juga menyampaikan hal serupa. Ia mengaku memiliki tiga anak dan tetap menyempatkan diri untuk membuat kerajinan tangan. Saat ini, ia lebih fokus pada pembuatan gelang-gelang menggunakan manik-manik.

“Minimal bisa menjadi relaksasi dan membuat hati senang,” ujar Tri.

Menurut Tri, bisnis pernak-pernik tetap stabil meski di tengah perubahan zaman. Selama manusia membutuhkan estetika, produk seperti ini akan selalu dicari. Yang penting adalah bagaimana menciptakan model yang menarik.

Kesimpulan

Komunitas Kriya Kabupaten Bekasi menunjukkan bahwa kegiatan sambilan bisa menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Dengan kreativitas dan ketekunan, para ibu rumah tangga dapat mengisi waktu luang sekaligus mendapatkan penghasilan tambahan. Dengan dukungan komunitas dan media sosial, peluang ini semakin terbuka lebar.

0 Komentar