
Keindahan Alam Indonesia yang Diakui Dunia
Indonesia kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional dengan kekayaan alamnya yang luar biasa. Pada tahun 2025, Geopark Kebumen (Jawa Tengah) dan Geopark Meratus (Kalimantan Selatan) resmi masuk dalam daftar UNESCO Global Geopark (UGGp). Ini menjadi tambahan bagi daftar geopark Indonesia yang telah diakui dunia, menjadikannya sebagai destinasi wisata alam yang unik dan bernilai ilmiah serta budaya.
Hingga saat ini, terdapat enam geopark di Indonesia yang menyandang status UGGp. Setiap kawasan ini tidak hanya menawarkan pemandangan yang indah, tetapi juga menyimpan nilai geologi, keanekaragaman hayati, serta warisan budaya masyarakat lokal. Selain untuk konservasi, geopark juga menjadi tempat wisata edukasi yang patut dikunjungi oleh para pecinta alam dan peneliti.
Daftar Geopark Indonesia yang Diakui UNESCO
1. Ijen Geopark, Jawa Timur
Ijen Geopark di Jawa Timur dikenal karena keindahan alam dan kekayaan geologinya. Kawasan ini mencakup wilayah Banyuwangi, Bondowoso, hingga Situbondo, termasuk Gunung Ijen, Kawah Ijen, Taman Nasional Alas Purwo, Baluran, serta berbagai situs budaya dan geologi penting. Salah satu ikon utama adalah Kawah Ijen yang memiliki fenomena Blue Fire yang hanya ada dua di dunia. Selain itu, kawah ini juga memiliki danau berwarna hijau toska sedalam 200 meter, dikelilingi pemandangan hutan pegunungan yang menawan. Aktivitas penambangan belerang tradisional juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
2. Maros Pangkep Geopark, Sulawesi Selatan
Maros Pangkep Geopark di Sulawesi Selatan merupakan kawasan karst terbesar kedua di dunia setelah Cina Selatan. Menara karst dari batu gamping menjulang indah, berpadu dengan kekayaan hayati berupa 1.437 spesies flora dan fauna, termasuk 153 spesies endemik Sulawesi. Selain bentang alam, kawasan ini juga menyimpan jejak peradaban kuno seperti Ratusan gua prasejarah, salah satunya Goa Leang-Leang yang memiliki lukisan dinding berusia ribuan tahun. Wisatawan juga bisa berkunjung ke Taman Kupu-kupu Bantimurung atau menjelajahi kehidupan masyarakat Bugis dan Makassar.
3. Merangin Jambi Geopark, Jambi
Merangin Jambi Geopark dikenal dengan fosil flora berusia sekitar 300 juta tahun yang menjadi saksi sejarah evolusi bumi. Fosil ini pertama kali ditemukan pada tahun 1926 dan kini menjadi daya tarik utama kawasan yang telah ditetapkan sebagai Geopark Nasional sejak 2013. Selain kekayaan geologi, kawasan ini menawarkan beragam aktivitas wisata alam seperti arung jeram di Sungai Merangin dan menjelajahi hutan tropis yang menyimpan flora dan fauna endemik. Warisan budaya di sekitar geopark turut memperkuat identitas kawasan ini, mulai dari Batu Larung hingga Prasasti Karang Berahi dari masa Kerajaan Sriwijaya.
4. Raja Ampat Geopark, Papua Barat Daya
Raja Ampat kini telah diakui sebagai UNESCO Global Geopark. Geopark ini menjadi rumah bagi lebih dari 75 persen jenis karang dunia dan ratusan biota laut langka, termasuk pari manta, penyu, hiu karang, duyung, hingga paus. Spesies unik seperti hiu karpet berjalan hanya bisa ditemukan di sini. Selain kekayaan hayati, Raja Ampat juga menyimpan warisan budaya. Di tebing kapur ditemukan lukisan gua prasejarah berusia ribuan tahun, sementara masyarakat adat setempat menjadikan laut sebagai sumber pangan sekaligus identitas budaya. Aktivitas wisata di Raja Ampat sangat beragam, mulai dari diving hingga tur edukasi konservasi.
5. Kebumen Geopark, Jawa Tengah
Geopark Kebumen di Jawa Tengah resmi masuk daftar UNESCO Global Geopark (UGGp) pada Sidang Dewan Eksekutif UNESCO ke-221 di Paris, April 2025. Kawasan ini dijuluki "The Mother of Earth" karena menyimpan kekayaan geodiversitas, biodiversitas, dan warisan budaya. Salah satu daya tariknya adalah situs geologi unik seperti Lava Bantal dan Rijang Merah di Desa Seboro, hingga Watu Kelir yang memperlihatkan pertemuan dua jenis batuan berbeda. Selain itu, Geopark Kebumen juga memiliki air panas alami Krakal dengan suhu 38–39 derajat Celcius, yang sejak zaman Belanda dipercaya bermanfaat untuk kesehatan.
6. Meratus Geopark, Kalimantan Selatan
Geopark Meratus di Kalimantan Selatan resmi menyandang status UNESCO Global Geopark (UGGp) pada 2025. Kawasan ini menawarkan perpaduan keindahan alam pegunungan, keanekaragaman hayati, hingga kekayaan budaya masyarakat adat. Bentang alam Pegunungan Meratus dikenal memiliki formasi geologi unik, termasuk seri ofiolit tertua di Indonesia, perbukitan hijau, hingga situs mineral berharga seperti berlian. Kekayaan geologi ini turut mendukung keragaman hayati, mulai dari berbagai spesies anggrek endemik hingga bekantan—primata khas Kalimantan yang kini menjadi maskot provinsi. Selain alamnya, kawasan ini juga kaya budaya, seperti Pasar Terapung Lok Baintan dan kain Sasirangan yang telah diwariskan sejak abad ke-14.
Deretan geopark yang kini diakui UNESCO membuktikan bahwa alam Indonesia bukan hanya indah, tetapi juga bernilai ilmiah, budaya, dan edukasi yang patut dijaga bersama. Menjelajahi destinasi ini berarti ikut merasakan kebanggaan sekaligus tanggung jawab untuk melestarikan warisan alam yang diakui dunia.
0 Komentar