
Sejarah Depok dan Kaitan dengan Keluarga Jonathans
Nama Miliano Jonathans kini menjadi sorotan, terutama setelah ia memutuskan untuk menjalani naturalisasi agar bisa menjadi Warga Negara Indonesia. Saat ini, pemain yang berposisi sebagai gelandang serang atau penyerang sayap ini sedang dalam proses pemberkasan keanggotaan warga negara. Ia telah mendapatkan persetujuan dari Presiden Prabowo Subianto dan DPR RI, sehingga kemungkinan besar akan diambil sumpahnya pada akhir pekan ini.
Miliano Jonathans saat ini memperkuat FC Utrecht, sebuah klub sepak bola ternama di Belanda. Meski pernah dipanggil oleh Timnas U-21 Belanda, ia memilih untuk bergabung dengan Timnas Indonesia. Hal ini menunjukkan komitmennya untuk berkontribusi dalam pertandingan-pertandingan penting, termasuk dua laga FIFA Matchday melawan Kuwait dan Lebanon pada 5 dan 8 September 2025. Jika tampil baik, ia berpotensi dipanggil oleh pelatih Patrick Kluivert untuk memperkuat Skuad Garuda dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia putaran keempat pada Oktober mendatang.
Julukan "Pangeran Depok" untuk Miliano Jonathans
Anggota Komite Eksekutif PSSI, Arya Sinulingga, menyebut Miliano Jonathans sebagai "Pangeran Depok". Hal ini didasarkan pada silsilah keluarganya yang memiliki hubungan erat dengan sejarah Kota Depok. Arya mengungkapkan bahwa ketika bertemu langsung dengan keluarga besar Miliano di Belanda, mereka menunjukkan bukti-bukti bahwa keluarga Jonathans adalah salah satu pendiri kota tersebut.
Menurut Arya, Depok merupakan kepanjangan dari De Eereste Protestantse Organisatie van Kristenen. Namun, ada juga versi lain yang menyebut kata "Depok" berasal dari "Padepokan" atau bahasa Sunda "Deprok". Selain itu, keluarga Miliano juga memiliki riwayat panjang di Indonesia, khususnya di Depok. Bahkan, kakek-neneknya pernah tinggal di sana, serta memiliki lokasi rumah yang masih terawat hingga saat ini.
Sejarah Kota Depok dan Peran Keluarga Jonathans
Kota Depok memiliki sejarah yang sangat kaya. Awalnya, daerah ini menjadi tanah partikelir milik Cornelis Chastelein, seorang pejabat VOC pada abad ke-17. Dari sana, wilayah ini berkembang menjadi sebuah kota dengan sistem pemerintahan sendiri. Setelah kepemilikan tanah diwariskan, muncul jabatan "Presiden Republik Depok", yang tidak berarti sebagai kepala negara, tetapi sebagai kepala pemerintahan sipil di masa kolonial.
Keluarga Jonathans memiliki peran penting dalam sejarah pemerintahan lokal di Depok Lama. Beberapa anggota keluarga seperti Gerrit Jonathans dan Johannes Mathijs Jonathans pernah menjabat sebagai presiden. Johannes Mathijs Jonathans menjadi presiden terakhir sebelum kota tersebut diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah Indonesia pada 4 Agustus 1952.
Hubungan Miliano Jonathans dengan Kota Depok
Dengan latar belakang keluarga yang mendirikan kota Depok, Miliano Jonathans memiliki ikatan emosional yang kuat dengan daerah tersebut. Arya Sinulingga menyampaikan bahwa keluarga Miliano sangat bangga menjadi bagian dari sejarah Depok. Mereka menunjukkan video dan foto-foto yang menunjukkan keberadaan mereka di kota tersebut, termasuk lokasi rumah yang dulu pernah mereka tempati.
Kehadiran Miliano Jonathans di Timnas Indonesia tidak hanya menjadi harapan bagi penggemar sepak bola, tetapi juga menjadi simbol kebanggaan bagi warga Depok. Dengan latar belakang keluarga yang memiliki kontribusi besar dalam sejarah kota, ia membawa semangat kebangsaan yang kuat. Di tengah perjalanan karier sepak bolanya, Miliano Jonathans juga membawa kebanggaan dari akar sejarahnya, yang membuatnya layak disebut sebagai "Pangeran Depok".
0 Komentar