Pohon Trembesi Tumbang di Sumedang, Tinggi 30 Meter

Pohon Trembesi Tumbang di Alun-alun Sumedang

Pada malam hari tanggal 1 November 2025, sebuah pohon trembesi setinggi sekitar 10 meter yang berada di kawasan Alun-alun Sumedang, tepatnya di depan kantor Dinas Pariwisata Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, tumbang. Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran bagi warga sekitar.

Camat Sumedang Selatan, Idi Suhandi, menyampaikan bahwa pohon besar tersebut tumbang sekitar pukul 21.15. Ia memastikan bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka yang terjadi akibat peristiwa ini. Meskipun begitu, beberapa barang milik warga terkena dampak dari pohon yang tumbang. CCTV milik Dishub, sebuah gerobak kopi, serta tiga unit sepeda motor yang sedang parkir mengalami kerusakan.

Idi menjelaskan bahwa penyebab pohon tumbang adalah kondisi pohon yang sudah lapuk. Ia menegaskan bahwa tidak ada angin kencang atau hujan yang menjadi faktor utama. Untuk menangani situasi ini, personel gabungan dari TNI, Polri, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumedang telah melakukan tindakan darurat.

Karakteristik Pohon Trembesi

Trembesi, dikenal juga dengan nama Samanea saman, merupakan pohon yang tumbuh cepat dan memiliki mahkota daun yang lebar seperti payung. Pohon ini sering ditanam karena memberikan naungan yang cukup luas. Kayu dari pohon ini tidak terlalu awet, namun daunnya digunakan sebagai pakan ternak. Buahnya berupa polong yang tebal dan berdaging.

Secara umum, pohon trembesi memiliki beberapa julukan seperti "pohon hujan" atau "monkey pod". Nama-nama ini berasal dari kemampuannya menyerap air tanah secara kuat sehingga air sering menetes dari tajuknya. Hal ini membuatnya disebut sebagai pohon hujan. Daunnya sangat sensitif terhadap cahaya dan akan menutup secara bersamaan dalam cuaca mendung atau gelap.

Keistimewaan Pohon Trembesi

Selain memiliki fungsi sebagai peneduh, pohon trembesi juga memiliki kemampuan menyerap karbon dioksida yang jauh lebih tinggi dibandingkan pohon biasa. Dalam satu tahun, pohon ini mampu menyerap sekitar 28,5 ton CO2, sedangkan pohon biasa hanya mampu menyerap 1 ton dalam 20 tahun.

Pohon ini juga dapat menurunkan konsentrasi gas secara efektif tanpa perlu penghijauan. Kemampuannya menyerap air tanah yang kuat membuatnya cocok untuk ditanam di area yang luas seperti taman, halaman sekolah, atau pekarangan rumah dengan lahan yang cukup besar.

Ciri-ciri Fisik Pohon Trembesi

Albizia saman, nama ilmiah dari pohon trembesi, dapat mencapai ketinggian rata-rata 30–40 meter. Lingkar batangnya sekitar 4,5 meter, sementara mahkota daunnya bisa mencapai 40–60 meter. Bentuk batangnya tidak beraturan dan sering kali bengkok atau menggelembung besar.

Daunnya majemuk dengan panjang tangkai sekitar 7–15 cm. Pada pohon yang sudah tua, warna kulitnya kecokelatan dengan permukaan yang kasar dan terkelupas. Daunnya juga melipat pada saat hujan atau malam hari, sehingga sering disebut sebagai pohon pukul 5.

Bunga pohon ini muncul pada bulan Mei dan Juni. Bunga berwarna putih dengan bercak merah muda di bagian atasnya. Panjang bunga mencapai 10 cm, dengan tabung mahkota sekitar 3,7 cm dan sekitar 20-30 benang sari yang panjangnya sekitar 3–5 cm. Bunga ini menghasilkan nektar yang menarik serangga untuk proses penyerbukan.

Buah pohon hujan berbentuk panjang lurus agak melengkung dengan panjang sekitar 10–20 cm dan lebar 1,5–2 cm. Buah ini berwarna cokelat kehitaman ketika matang. Bijinya terletak dalam daging buah yang berwarna cokelat kemerahan, lengket, dan manis. Setiap buah mengandung antara 5–25 biji dengan panjang sekitar 1,3 cm.

Pohon trembesi memang menjadi pilihan ideal untuk ruang publik yang luas. Namun, perakarannya yang meluas bisa menyebabkan kerusakan pada jalan dan bangunan di sekitarnya. Meski demikian, keunggulan pohon ini dalam menyerap CO2 dan memberikan naungan tetap membuatnya menjadi pohon yang diminati di berbagai wilayah tropis.

0 Komentar