
Kehilangan yang Mendalam atas Kematian Tokoh Masyarakat Adi Wijaya
Kematian adalah bagian tak terhindarkan dari kehidupan manusia. Ia datang sesuai dengan ajal yang telah ditetapkan, dan bukanlah akhir, melainkan kembalinya seseorang kepada sang Pencipta. Begitu pula dengan sosok Adi Wijaya, tokoh masyarakat yang meninggal dunia pada hari Sabtu, 1 November 2025. Kepergiannya menimbulkan duka mendalam bagi warga Kecamatan Manis Mata, Kabupaten Ketapang.
Kehidupan Seorang Dermawan
Adi Wijaya dikenal sebagai sosok yang dermawan dan selalu siap membantu tanpa mengharapkan imbalan. Ia sering kali hadir dalam berbagai acara kegembiraan maupun dalam situasi sulit. Sikap tegasnya membuat banyak orang segan, namun di balik itu, ia selalu memberikan nasehat yang positif dan bermanfaat.
Beliau menghembuskan napas terakhirnya sekitar pukul 14.47 WIB di kediamannya, Jalan Pangeran Kusuma Indera, Desa Ratu Elok, karena sakit. Kepergian beliau meninggalkan rasa kehilangan yang mendalam bagi masyarakat setempat, terutama karena kebaikan dan keroyalannya selama ini.
Kontribusi Sosial yang Tak Terbantahkan
Adi Wijaya tidak hanya menjadi figur yang disegani, tetapi juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Ia sering membantu dalam pembangunan tempat pengajian, rumah ibadah, serta memberikan bantuan kepada orang yang sedang berduka. Bahkan, ia pernah ikut serta dalam renovasi bangunan seperti kantor Polsek dan perumahan anggota Koramil. Selain itu, ia juga memberikan bantuan kepada korban banjir dan berbagai kebutuhan lainnya.
Salah satu kontribusi besar Adi Wijaya adalah pendirian Yayasan Adi Wijaya, yang bertujuan untuk mendukung Taman Pendidikan Kanak-Kanak Dewi Sartika. Dengan menggunakan dana pribadinya, beliau membangun gedung TK dan menanggulangi kebutuhan administrasi. Ia juga memberikan rezeki tambahan untuk meningkatkan honor guru TK, sehingga tenaga pengajar dapat merasakan kelayakan penghasilan yang lebih baik.
Kedekatan dengan Semua Kalangan
Sosok Adi Wijaya memiliki kedekatan yang sangat dekat dengan semua kalangan, tanpa memandang pangkat, jabatan, atau golongan. Hal ini membuat masyarakat merasa kehilangan seorang dermawan yang dianggap seperti keluarga sendiri.
Adi Wijaya lahir pada tanggal 1 Agustus 1972, dan meninggal pada usia 53 tahun. Ia meninggalkan seorang istri bernama Eka Sudarmiyanti binti Sudaryanto serta lima putri dan satu putra. Kelima putrinya adalah Neny Kusuma Dewi, Windy Sartika, Tiara Puspita Dewi, Kumala Dewi, dan Pitaloka Nirwana Dewi, sedangkan putranya adalah Suryanata Wijaya.
Ucapan Belasungkawa dari Warga dan Pejabat
Seorang warga menyampaikan rasa duka yang mendalam atas kepergian Almarhum. "Kami merasakan duka yang mendalam telah kehilangan seorang sosok manusia yang baik, sering berbagi kepada setiap orang yang memerlukan. Meskipun Almarhum bukan siapa-siapa kami, namun sudah dirasakan seperti keluarga sendiri," ujarnya dengan air mata berlinang.
Ia juga berdoa agar Almarhum diampuni dosanya dan ditempatkan di tempat terbaik di sisinya. Bagi keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan dan keikhlasan dalam menghadapi kepergian beliau.
Upacara Pemakaman
Sesuai rencana, jenazah Almarhum akan dikuburkan di Manis Mata pada hari Minggu, 2 November 2025. Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, dalam postingannya di media sosial, menyampaikan duka cita yang mendalam atas kepergian Almarhum. Ia mengapresiasi kontribusi sosial yang dilakukan oleh Adi Wijaya selama hidupnya.
"Almarhum dikenal sebagai sosok yang bijaksana, rendah hati, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap kemajuan masyarakat di lingkungannya. Semasa hidupnya, beliau aktif berkontribusi dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan, menjadi panutan serta perekat bagi warga di Kecamatan Manis Mata," ungkap Alexander Wilyo.
Kiranya Tuhan Yang Maha Kuasa menerima amal ibadah Almarhum, mengampuni segala khilaf dan dosanya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Kepada keluarga besar yang ditinggalkan, semoga senantiasa diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi kepergian beliau.
0 Komentar