
Kepemilikan Kendaraan Pribadi di Denpasar Melebihi Jumlah Penduduk
Kepemilikan kendaraan bermotor pribadi di Kota Denpasar saat ini telah melebihi jumlah penduduknya. Bahkan, jumlah kendaraan pribadi tercatat mencapai dua kali lipat dari populasi penduduk. Menurut data yang diberikan oleh Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, jumlah kendaraan bermotor mencapai 1.546.000 unit, sementara jumlah penduduk hanya sekitar 750 ribu jiwa.
"Artinya, setiap satu keluarga memiliki minimal dua kendaraan," jelasnya saat menghadiri peresmian SPKLU Center Pertama di Bali, Jumat (31/10). Ia menambahkan bahwa kondisi ini berdampak signifikan pada kemacetan dan polusi udara, yang kini mencapai 65 persen. Hal ini menjadi alasan kuat bagi pemerintah daerah untuk mendukung program Net Zero Emission 2060 yang diusung oleh pemerintah pusat.
Peresmian SPKLU Center Pertama di Bali
Dengan hadirnya Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Center Pertama di Bali, yang berlokasi di Jl. Hayam Wuruk No.266, Sumerta Kelod, Kec. Denpasar Timur, Kota Denpasar, pihaknya menyambut baik kehadiran fasilitas tersebut. "Kami sangat mengapresiasi kehadiran SPKLU Center di Bali yang berada di Kota Denpasar. Kami juga memberikan dukungan dan dorongan bagaimana pun pemerintah memiliki komitmen kuat untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam penggunaan kendaraan listrik," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa di kawasan Sanur, pihaknya mewajibkan penggunaan kendaraan listrik, dengan menyiapkan hampir 20 mobil shuttle listrik. Selain itu, ia berharap SPKLU Semawang dapat ditambah di tempat parkir milik pemerintah. Dalam upaya mempercepat transisi menuju kendaraan listrik, para pejabat Kota Denpasar telah memberikan contoh dengan menggunakan mobil hybrid. Sementara itu, kepala desa dan lurah sudah lebih dahulu menggunakan motor listrik. Ia berharap masyarakat lainnya akan mengikuti langkah ini, tentunya dengan dukungan infrastruktur SPKLU.
Fasilitas SPKLU Terbesar di Bali
Executive Vice President Penjualan dan Pelayanan Pelanggan Retail PLN Daniel Lestanto menjelaskan bahwa SPKLU Center pertama di Bali ini menjadi salah satu yang terbesar di Pulau Dewata. Fasilitas ini memiliki total 8 unit charging station dan 12 nozzle charging. Selain itu, SPKLU Center Hayam Wuruk ini menjadi SPKLU Center pertama di luar Pulau Jawa yang dibangun oleh PLN.
"Sampai saat ini, kami telah membangun 6 SPKLU Center. Empat di rest area Trans Jawa, dua di non-rest area. Tapi dua yang ada di Bandung dan Cirebon. Maka Bali menjadi SPKLU Center pertama di luar Jawa yang kami bangun," jelasnya. Saat ini, pihaknya tengah menyiapkan 4 SPKLU Center baru. Alasan pemilihan lokasi di Hayam Wuruk adalah karena tingkat transaksi penggunaan yang tinggi. "Penggunaan utilitas mesinnya sangat tinggi, sehingga lokasi ini sangat tepat untuk membangun SPKLU Center yang besar," imbuhnya.
Proyeksi Pertumbuhan Kendaraan Listrik di Indonesia
Menurut Daniel Lestanto, populasi mobil listrik di Indonesia per September 2023 mencapai 117 ribu unit. Di Bali, jumlahnya mencapai 2.849 unit. Diperkirakan hingga 2030, populasi mobil listrik di Indonesia akan mencapai 980 ribu unit. Oleh karena itu, pemerintah berkewajiban menyiapkan sekitar 62.900 SPKLU di seluruh Indonesia.
"PLN punya kewajiban untuk mempersiapkan infrastruktur ini," tegasnya. General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali, Eric Rosi Priyo Nugroho, menjelaskan bahwa SPKLU Center di Hayam Wuruk ini menjadi fasilitas terbesar di Bali dengan delapan station charging dan 10 nozzle. Dari jumlah tersebut, empat di antaranya merupakan fast charging dan ultra fast charging.
Dukungan PLN untuk Transisi Kendaraan Listrik
PLN juga memberikan diskon utama untuk home charging, yaitu diskon 50 persen untuk biaya pemasangan baru atau tambah daya hingga 30 Juni 2026, serta diskon 30 persen untuk tarif pengisian daya pada pukul 22.00-05.00. Promo ini berlaku untuk pemilik kendaraan listrik yang mendaftar melalui aplikasi PLN Mobile dan memenuhi syarat.
PLN juga terus berkomitmen dalam percepatan Net Zero Emission 2060 dengan beralih ke pembangkit non-fosil dan membangun PLTS. Selain itu, PLN sedang melakukan transisi kendaraan berbahan bakar fosil ke listrik serta memperkuat infrastruktur SPKLU Center. Dengan langkah-langkah ini, PLN berharap Bali bisa mandiri energi dan menggunakan energi bersih dalam 20 tahun ke depan.
0 Komentar