SITUBONDO GUBUKINSPIRASI.id – Upaya pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) terus diperkuat di wilayah Kecamatan Mangaran, Kabupaten Situbondo. Menghadapi meningkatnya risiko penyebaran DBD pada musim hujan, Babinsa Koramil 0823/04 Mangaran, Serma Ahmad Hidayat, bersama tim kesehatan dari Puskesmas Mangaran melaksanakan kegiatan foging atau pengasapan di pemukiman warga Dusun Semiring Barat, RT 05 RW 01, Desa Semiring, Minggu (30/11/2025).
Pengasapan dilakukan secara menyeluruh di area rumah warga, selokan, kawasan lembap, hingga titik-titik yang berpotensi menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti, vektor utama penyebab DBD. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah cepat untuk menekan perkembangan nyamuk sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi masyarakat setempat.
Serma Ahmad Hidayat menegaskan bahwa kegiatan foging bukan sekadar rutinitas, tetapi wujud kepedulian TNI terhadap kesehatan masyarakat di wilayah binaannya. “Foging ini dilakukan sebagai tindakan pencegahan sekaligus respons cepat terhadap meningkatnya kasus DBD di beberapa wilayah. Kami berharap warga semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa ancaman DBD dapat meningkat tajam pada puncak musim hujan, terutama di lingkungan pemukiman yang masih memiliki banyak titik genangan air. Karena itu, ia berharap kegiatan foging bisa membantu mengurangi populasi nyamuk dewasa sebelum menimbulkan kasus lebih banyak.
Dari pihak Puskesmas Mangaran, petugas kesehatan yang turut terlibat dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa pengasapan hanya menjadi satu bagian dari upaya pencegahan. Mereka mengingatkan masyarakat agar tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat melalui program 3M Plus yang mencakup menguras, menutup, dan mengubur barang bekas, serta berbagai tindakan tambahan seperti menjaga kebersihan selokan dan menghindari penumpukan air.
Petugas Puskesmas juga menekankan pentingnya peran warga dalam melakukan pemeriksaan rutin pada tempat penampungan air, pot tanaman, hingga barang-barang yang berpotensi menjadi wadah berkembang biaknya jentik nyamuk. “Foging membantu membunuh nyamuk dewasa, namun pemberantasan sarang jentik tetap harus dilakukan warga secara mandiri,” jelasnya.
Kegiatan foging di Dusun Semiring Barat ini mendapat respons positif dari masyarakat. Warga terlihat antusias dan aktif membantu petugas membuka akses lingkungan, memastikan keamanan area, serta mempersiapkan rumah masing-masing agar proses pengasapan berjalan efektif. Kesadaran kolektif ini menjadi modal penting dalam menekan penyebaran DBD yang kerap meningkat setiap pergantian musim.
Sinergi antara Babinsa, tenaga kesehatan, dan warga menunjukkan komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan aman. Dengan dukungan masyarakat, kegiatan pencegahan seperti foging diharapkan dapat memberikan dampak signifikan dalam menurunkan risiko penularan DBD di Desa Semiring maupun wilayah sekitar.
Upaya terpadu ini juga menjadi pengingat bahwa keberhasilan pencegahan penyakit berbasis lingkungan sangat bergantung pada partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Dengan langkah kolaboratif seperti yang dilakukan di Mangaran, Situbondo diharapkan mampu menghadapi musim hujan tanpa lonjakan kasus DBD dan menjaga kesehatan warganya secara berkelanjutan. (*)
0 Komentar