PAMEKASAN – Semangat pencak silat menyelimuti Pulau Madura di penghujung tahun 2025. Universitas Islam Madura (UIM) resmi menggelar UIM CUP III 2025, turnamen pencak silat tingkat regional yang mempertemukan ratusan pesilat dari empat kabupaten di Madura. Kejuaraan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 26 hingga 28 Desember 2025, dan dipusatkan di GOR Kampung Batik, Desa Klampar, Kabupaten Pamekasan.
Ajang ini menjadi magnet bagi atlet, pelatih, serta pecinta seni bela diri tradisional Indonesia. Ratusan atlet dari berbagai perguruan pencak silat turun gelanggang untuk unjuk kemampuan di nomor tanding dan seni. Peserta yang bertanding berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari usia dini hingga kategori dewasa, mencerminkan kuatnya regenerasi pencak silat di Madura.
Salah satu kontingen yang paling menyita perhatian pada UIM CUP III 2025 adalah Perguruan Pencak Silat Cobra. Perguruan ini menunjukkan keseriusannya dengan menerjunkan sebanyak 86 atlet, menjadikannya salah satu perguruan dengan jumlah peserta terbanyak dalam turnamen tersebut. Para atlet Cobra tersebar di hampir seluruh kelas dan kategori yang dipertandingkan.
Perwakilan pelatih Perguruan Cobra, Rosianto, mengatakan keikutsertaan dalam UIM CUP III 2025 bukan semata mengejar prestasi, tetapi juga sebagai ajang evaluasi pembinaan atlet. Menurutnya, seluruh atlet yang diturunkan telah menjalani latihan intensif selama berbulan-bulan.
“Kami datang dengan kekuatan penuh. Sebanyak 86 atlet ini sudah melalui proses latihan yang panjang dan disiplin. UIM CUP III bukan hanya kompetisi, tetapi juga panggung untuk menunjukkan hasil pembinaan fisik, mental, dan karakter yang selama ini kami bangun di Perguruan Cobra,” ujar Rosianto saat ditemui di lokasi pertandingan.
Selain pelatih dan atlet, jajaran pengurus pusat Perguruan Pencak Silat Cobra juga tampak hadir langsung di arena. Kehadiran mereka untuk memantau jalannya pertandingan sekaligus memberikan dukungan moral kepada para atlet yang bertanding. Dukungan ini dinilai penting untuk menjaga semangat dan sportivitas pesilat selama mengikuti kejuaraan.
Pembina Perguruan Cobra, Simbang, menyampaikan bahwa partisipasi Cobra dalam UIM CUP III 2025 merupakan bagian dari komitmen perguruan dalam mendukung pengembangan pencak silat di Madura. Ia menegaskan bahwa ajang ini juga dimanfaatkan untuk menjaring atlet-atlet potensial yang dapat dipersiapkan ke level yang lebih tinggi.
“Kami mengikuti UIM CUP III ini untuk mencari dan menemukan atlet potensial yang nantinya bisa mewakili Madura di tingkat nasional bahkan internasional. Perguruan Cobra selalu berusaha tampil maksimal di setiap kejuaraan,” ujar Simbang.
Ia juga menekankan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas dan menjaga kondusivitas selama pertandingan berlangsung. Menurutnya, kejuaraan pencak silat tidak hanya soal menang atau kalah, tetapi juga sarana mempererat persaudaraan antarpendekar se-Madura serta menjaga eksistensi pencak silat sebagai warisan budaya bangsa.
“Kami selalu mendukung kejuaraan pencak silat yang diselenggarakan oleh berbagai pihak. Harapannya, seluruh atlet bisa bertanding secara sportif, saling menghormati, dan menjaga suasana tetap aman serta kondusif. Ini juga menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan antarperguruan,” tambahnya.
Rangkaian pertandingan UIM CUP III 2025 digelar secara maraton. Pada hari pertama dilangsungkan babak penyisihan, dilanjutkan babak semifinal pada hari kedua. Sementara itu, partai final sekaligus seremoni penutupan dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 28 Desember 2025.
Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sepanjang kejuaraan. Sejak hari pertama, GOR Kampung Batik dipadati penonton yang datang untuk memberikan dukungan kepada atlet dan perguruan kebanggaan mereka. Sorak-sorai penonton menambah semarak pertandingan di setiap kelas yang dipertandingkan.
Dengan jumlah atlet yang besar dan persiapan matang, banyak pihak memprediksi Perguruan Pencak Silat Cobra berpeluang besar mendominasi perolehan medali pada UIM CUP III 2025. Namun, persaingan ketat antarperguruan dipastikan akan mewarnai hingga laga final, menjadikan kejuaraan ini salah satu event pencak silat paling bergengsi di Madura pada akhir tahun ini. (*)
0 Komentar