Cegah Demam Berdarah, Babinsa Koramil Arjasa Lakukan Fogging di Permukiman Warga Kedungdowo
SITUBONDO GUBUKINSPIRASI.id - Upaya pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) terus dilakukan aparat teritorial TNI di wilayah Kabupaten Situbondo. Babinsa Koramil 0823/10 Arjasa, Kodim 0823/Situbondo, melaksanakan kegiatan fogging atau pengasapan di Dusun Bengko Sabe RT 02 RW 02, Desa Kedungdowo, Kecamatan Arjasa, sebagai langkah antisipatif untuk melindungi warga dari ancaman penyebaran penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti.
Kegiatan fogging tersebut dilaksanakan langsung oleh Babinsa setempat, Sertu Agus Sp, dengan menyasar area permukiman warga yang dinilai rawan menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab DBD. Langkah ini dilakukan sebagai respons atas kondisi cuaca yang tidak menentu serta meningkatnya potensi munculnya penyakit berbasis lingkungan, khususnya di musim penghujan.
Pelaksanaan fogging berlangsung menyeluruh dengan menjangkau rumah-rumah warga, selokan, serta area sekitar permukiman. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari masyarakat setempat yang turut membantu kelancaran proses pengasapan. Warga tampak antusias dan menyambut positif kehadiran Babinsa karena kegiatan tersebut dinilai memberikan rasa aman sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan lingkungan.
Sertu Agus Sp mengatakan bahwa kegiatan fogging merupakan bagian dari peran Babinsa dalam mendukung program kesehatan masyarakat sekaligus bentuk kepedulian TNI terhadap keselamatan warga di wilayah binaan. Menurutnya, pencegahan penyakit DBD tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
“Kegiatan fogging ini kami lakukan sebagai langkah pencegahan agar warga terhindar dari ancaman penyakit DBD. Namun yang paling penting adalah kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan lingkungan,” ujar Sertu Agus Sp di sela kegiatan.
Ia juga mengimbau masyarakat agar terus menerapkan pola hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu langkah sederhana namun efektif adalah dengan menerapkan gerakan 3M, yakni menguras tempat penampungan air secara rutin, menutup rapat wadah air, serta mengubur atau mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
Menurut Sertu Agus, fogging hanya bersifat membunuh nyamuk dewasa, sehingga tanpa dukungan kebersihan lingkungan yang baik, potensi penyebaran DBD tetap bisa terjadi. Oleh karena itu, peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan agar upaya pencegahan dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
Warga Dusun Bengko Sabe mengapresiasi langkah Babinsa Koramil Arjasa yang dinilai cepat tanggap dan peduli terhadap kondisi kesehatan lingkungan. Kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya dirasakan dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam upaya-upaya sosial dan kemanusiaan yang langsung menyentuh kebutuhan warga.
Kegiatan fogging ini sekaligus menjadi sarana mempererat sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menjaga lingkungan yang sehat dan nyaman. Melalui pendekatan teritorial yang humanis, Babinsa diharapkan mampu menjadi motor penggerak kesadaran warga untuk lebih peduli terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan sekitar.
Kodim 0823/Situbondo secara konsisten mendorong jajaran Koramil dan Babinsa agar aktif berperan dalam mendukung program pemerintah di bidang kesehatan masyarakat. Langkah ini sejalan dengan komitmen TNI untuk selalu hadir dan memberikan solusi nyata atas berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat di wilayah binaan. (*)
0 Komentar