Kualitas Atlet Muaythai Jabar Jadi Fokus Babak Kualifikasi Porprov Jawa Barat XV

Featured Image

Babak Kualifikasi Porprov Jabar XV: Menjaring Atlet Muda Potensial

Babak kualifikasi Porprov Jabar XV yang digelar di GOR KONI Bandung, 2-7 Desember 2025, bertujuan untuk menemukan atlet muda potensial sekaligus mengevaluasi kualitas atlet muaythai di Jawa Barat. Ajang ini diikuti oleh sebanyak 320 atlet, terdiri dari 224 atlet putra dan 96 atlet putri. Para peserta berasal dari 23 Pengkab dan Pengkot Muaythai Indonesia di seluruh wilayah Jawa Barat.

Pembukaan babak kualifikasi dilakukan pada Selasa, 2 Desember 2025. Acara ini turut dihadiri oleh beberapa tokoh penting seperti Ketua Umum Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PB MI) La Nyalla Mahmud Mattalitti, Ketua Harian PB MI Rahyang Mandalajati Evi Silviadi Sanggabuana, Kabid Binpres KONI Jawa Barat Arif Herdiana, serta Plt. Ketua Pengprov Muaythai Indonesia Jabar sekaligus Ketua Panitia Pelaksana, Dewi Kandiati Paramesty Tine Yowargana.

Evi Silviadi menyampaikan bahwa tujuan utama dari pelaksanaan babak kualifikasi ini adalah untuk menjaring atlet muda yang berpotensi dan melihat secara keseluruhan kondisi serta kualitas atlet. Ia juga menekankan pentingnya kontribusi Jawa Barat dalam menciptakan atlet-atlet berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

“Kami berharap dari babak kualifikasi ini, prestasi atlet Jabar dapat meningkat. Saat ini Jawa Barat sudah semakin hebat dan saya yakin akan mampu meraih tujuh medali emas di PON nanti,” ujarnya.

Selain itu, Evi mengatakan bahwa hampir 99 persen pembinaan atlet di Jawa Barat dilakukan secara mandiri. Meski ada beberapa atlet yang berasal dari luar daerah, jumlahnya sangat minim.

Membuktikan Kepada Masyarakat

Plt. Ketua Pengprov Muaythai Jabar, Dewi Kandiati Paramesty Tine Yowargana, menegaskan bahwa cabang olahraga muaythai adalah olahraga yang terarah dan terukur, bukan sekadar pukul-pukulan atau tawuran. Ia memastikan bahwa pelaksanaan babak kualifikasi ini akan berjalan dengan tertib dan penuh sportivitas.

“Saya yakin tidak akan ada kericuhan atau keributan selama acara berlangsung,” ujarnya.

Tine juga menyebutkan bahwa semua atlet Jabar memiliki potensi yang besar. Dari pantauan selama tiga bulan, ia merasa puas dengan kemampuan mereka. Setelah Porprov, bekal tersebut akan menjadi modal berharga dalam menghadapi gelaran PON 2028.

Fokus pada Keselamatan Atlet

Karena muaythai merupakan olahraga dengan risiko tinggi, fokus utama dalam babak kualifikasi ini adalah keselamatan para atlet. Untuk itu, Tine mengundang dr. Maxi, anggota Dewan Kehormatan Bidang Kesehatan Pengprov Muaythai Jabar, untuk memastikan kesehatan atlet selama pertandingan.

“Saya mengundang dr. Maxi untuk memaksimalkan kesehatan para atlet agar lebih aman saat bertanding,” ujar Tine.

dr. Maxi memberikan apresiasi terhadap usaha atlet-atlet muaythai yang tampil di babak kualifikasi ini. Ia juga menyampaikan kekagumannya terhadap prestasi atlet Jabar di PON tahun lalu di Sumatera Utara dan Aceh.

“Saya melihat antara bidang kesehatan dan olahraga sangat erat. Sekarang saya banyak berkolaborasi dengan teman-teman di bidang olahraga muaythai untuk memajukan prestasi olahraga dan mewujudkan kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Menurut dr. Maxi, kolaborasi ini dilakukan karena adanya kedekatan dengan pengurus provinsi dan kabupaten. Ia menyatakan bahwa kini ia lebih fokus pada kesehatan dan olahraga sebagai bentuk pengabdian.

0 Komentar