
Bantuan untuk Masyarakat Terdampak Banjir di Sumatra
Pupuk Indonesia Grup telah menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terkena dampak banjir di beberapa wilayah di Sumatra. Bantuan tersebut berupa sembako, kebutuhan kebersihan, perlengkapan sekolah, serta kebutuhan sehari-hari yang dikirimkan ke Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar). Langkah ini dilakukan sebagai bentuk dukungan dan kepedulian terhadap masyarakat yang sedang mengalami kesulitan akibat bencana alam.
Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Rahmad Pribadi, menyampaikan bahwa perusahaan merasa turut berduka atas kejadian yang menimpa masyarakat. "Bukan hanya harta yang hilang, tetapi juga sebagian keluarga di wilayah terdampak menghilang. Tidak hanya di Aceh, tapi juga di Sumut dan Sumbar," ujar Rahmad dalam pernyataannya.
Rincian Bantuan yang Dikirim
Untuk wilayah Aceh, Pupuk Indonesia Grup memberikan 200 paket perlengkapan sekolah yang mencakup tas sekolah, buku tulis, set alat tulis, dan seragam sekolah. Selain itu, tersedia juga 200 selimut dan 200 paket sembako yang berisi mie instan, beras, biskuit, susu UHT, serta minyak goreng kemasan 1 liter.
Sementara itu, untuk Sumut dan Sumbar, Pupuk Indonesia Grup mengirimkan masing-masing 575 paket sembako dan 350 paket hygiene kit. Bantuan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pupuk Indonesia dengan beberapa anggota holding seperti Petrokimia Gresik, Pupuk Kujang Cikampek, Pupuk Kalimantan Timur, dan Pupuk Sriwidjaja Palembang.
Rahmad juga mengucapkan terima kasih kepada PIKA (Perkumpulan Istri Karyawan) yang telah bertindak cepat dalam menyalurkan bantuan. Selain itu, Serikat Pekerja juga telah memberikan bantuan sebelumnya. "Berapapun jumlah bantuannya, ini saatnya kita menyatukan hati dan karsa," tambahnya.
Dampak Banjir pada Keluarga PIM
Lebih lanjut, Rahmad menjelaskan bahwa bencana banjir di Aceh juga menimpa keluarga besar Pupuk Iskandar Muda (PIM), yang merupakan bagian dari holding Pupuk Indonesia. Sebanyak 1.100 keluarga karyawan PIM terpaksa harus mengungsi akibat bencana ini. Ia meminta seluruh karyawan Pupuk Indonesia Grup untuk saling membantu karyawan PIM dan keluarganya agar bisa segera pulih dan kembali menjalani kehidupan normal.
"Perusahaan akan memberikan bantuan khusus kepada para pegawai dan keluarganya, baik yang organik maupun nonorganik, yang terdampak musibah ini. Tidak ada keluarga Pupuk Indonesia yang berdiri sendiri. Kita akan bergandengan tangan untuk memastikan PIM bisa kembali berkontribusi bagi bangsa dan negara," ujarnya.
Stok Pupuk Bersubsidi Aman
Sementara itu, Rahmad mengungkapkan bahwa Pupuk Indonesia sementara menghentikan pengoperasian pabrik pupuk PIM yang terkena dampak banjir. Keputusan ini diambil untuk menjaga keselamatan karyawan. Namun, ia memastikan petani di Sumatra tidak perlu khawatir tentang ketersediaan pupuk bersubsidi. Stok yang sebelumnya berasal dari PIM akan didukung oleh anak perusahaan lain dalam holding Pupuk Indonesia.
Sebagai contoh, stok pupuk bersubsidi di Aceh mencapai 3.549 ton per 2 Desember 2025, termasuk Urea 1.596 ton, NPK Kakao 251 ton, NPK Phonska 1.198 ton, dan pupuk organik 505 ton. Stok ini melebihi batas minimum yang ditentukan pemerintah dan siap disalurkan kepada petani terdaftar di Aceh.
Di Sumut, stok pupuk bersubsidi mencapai 34.414 ton, sedangkan di Sumbar sebanyak 23.665 ton. Untuk pupuk nonsubsidi, stok yang disiapkan mencapai 1.047 ton di Aceh, 34.209 ton di Sumut, dan 4.113 ton di Sumbar. Stok tersebut mencakup berbagai jenis pupuk seperti Urea, NPK, organik, Phosgreen, SP-26, ZA, dan ZK.
"Petani tidak perlu khawatir, Pupuk Indonesia Grup memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi di Sumbagut tetap aman. Stok akan didukung oleh anak perusahaan lain seperti Pupuk Sriwidjaja Palembang, Petrokimia Gresik, dan Pupuk Kalimantan Timur," tutup Rahmad.
0 Komentar